Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Surabaya Utara Kini Bisa Ambil Bukti Tilang Lewat Kantor Pos Terdekat

Melalui layanan ini, pelanggar cukup membayar denda tilang di kantor pos dengan membawa surat tilang.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/samsul arifin
Kantor Kejari Tanjung Perak Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi warga Surabaya utara khususnya yang terkena tilang kini tak perlu bingung mengambil barang bukti baik SIM atau STNK. Kini bisa mengambil lewat pos terdekat.

Melalui layanan ini, pelanggar cukup membayar denda tilang di kantor pos dengan membawa surat tilang.

Selanjutnya, barang bukti akan dikirim ke alamat pelanggar.

Kepala Kejari Tanjung Perak Wagiyo Santoso menyatakan, pelanggar tidak perlu mengantre untuk mengambil barang bukti tilang secara manual.

Layanan ini untuk memudahkan pelanggar yang tidak sempat mengambil barang bukti tilang secara manual.

Dia berharap dengan adanya inovasi ini, pelayanan tilang di Kejari Perak bisa lebih efektif dan efisien.

"Pelanggar yang tidak bisa datang untuk mengambil langsung bisa bayar lewat pos. Barang bukti bisa dikirim lewat pos. Misal tidak sempat ambil karena sibuk kerja bisa pakai pos," ujar Wagiyo, Sabtu, (7/3/2020).

Selain itu, layanan ini juga bisa dimanfaatkan pelanggar luar kota yang ditilang di wilayah hukum Kejari Tanjung Perak.

Menurut dia, pelanggar bisa memanfaatkan layanan ini dari kota asalnya.
"Di sana bisa bayar lewat pos terdekat lalu barang bukti akan dikirim ke alamatnya di luar kota," katanya.

Meski demikian, layanan ini tidak menghapus layanan pengambilan barang bukti tilang secara manual. Pelanggar tetap bisa mengambil barang bukti di Mal Pelayanan Publik Siola dan Kantor Kejari Tanjung Perak.

Hingga kini dalam sepekan Kejari Tanjung Perak rata-rata setiap pekan bisa melayani sampai lebih dari tiga ribu pelanggar tilang yang mengambil barang bukti secara manual.

Dia menyarankan kepada pelanggar bahwa barang bukti tidak harus diambil setiap hari Senin.

Pelanggar bisa mengambilnya pada Selasa sampai Jumat agar tidak menumpuk.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved