Berita Madiun

Polisi Bekuk Penyalur TKI Abal-abal di Madiun

Polisi menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan. Dalam aksinya, pelaku mengaku bisa memberangkatkan orang sebagai TKI ke Taiwan.

surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, bersama Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro menunjukkan pelaku dan barang bukti penipuan dan penggelapan yang pelakunya mengaku bisa memberangkatkan TKI ke Taiwan.. 

SURYA.co.id|MADIUN - Tim Satreskrim Polres Madiun dan Polsek Kebonsari menangkap seorang pria yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI), bernama Hariyanto

Warga Dusun Buluh, Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun ini ditangkap lantaran melakukan penipuan dengan modus jasa penyaluran TKI.

Pria berusia 52 tahun lulusan SMA ini ditangkap setelah ada laporan dari para korban yang merasa ditipu oleh tersangka.

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto  menuturkan, aksi penipuan dan penggelapan ini terungkap setelah para korban melapor ke polisi.

"Saat ini sudah empat orang korban yang mengaku ditipu oleh tersangka. Empat orang korban semuanya laki-laki dan merupakan warga Kabupaten Ponorogo," kata AKBP Eddwi, Jumat (6/3/2020).

Empat korban tersebut yakni, Achmad Kurniawan (40), M. Yateni (48), Endro Cahyo Wibowo (27), ketiganya warga Desa Jabung Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, dan Wahyu Purkinanto (31) warga Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.

Aksi penipuan yang yang dilakukan tersangka dimulai pada 4 Maret 2019, tahun lalu. Saat itu, dua korban yaitu Kurniawan dan Endro mendapat informasi bahwa tersangka bisa menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri.

Keduanya kemudian mendatangi rumah tersangka dan mendaftarkan diri untuk bekerja ke Taiwan dengan gaji Rp 6 juta per bulan. Oleh tersangka, korban masing-masing dimintai uang Rp 47 juta dengan uang muka Rp 20 juta.

"Oleh tersangka, korban dijanjikan bisa berangkat ke Taiwan dalam waktu paling lambat tiga bulan setelah pendaftaran, dan akan ditempatkan bekerja di pabrik cat, panel listrik, sepatu, sosis, dan baut. Apabila tidak jadi berangkat uang akan dikembalikan utuh tanpa potongan," katanya.

Kepada para korbannya, tersangka juga mengaku bahwa perusahaannya telah memiliki izin resmi sebagai penyalur tenaga kerja ke luar negeri. Padahal faktanya, tersangka tidak memiliki perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved