Berita Trenggalek

Nama Bharatu Doni Diabadikan Jadi Nama Jalan di Trenggalek

jalan yang akan diabadikan dengan nama lengkap Bharatu Doni adalah jalan kabupaten penghubung Kecamatan Kampak dan Munjungan

surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Peti jenazah Bharatu Doni saat digotong ke Taman Makam Pahlawan di Trenggalek. Pemkab Trenggalek akhirnya mengabadikan namanya menjadi sebuah nama jalan di Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek akan segera merealisasikan pengabadian nama jalan dengan nama Bharatu (Anumerta) Doni Priyanto.

Bharatu Doni adalah anggota Brimob asal Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek yang gugur dalam kontak senjata antara aparat dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Jumat (28/02/2020).

"Kemarin dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah membuat Peraturan Bupati sebagai tindak lanjut," kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Jumat (6/3/2020).

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu menjelaskan, jalan yang akan diabadikan dengan nama lengkap Bharatu Doni adalah jalan kabupaten penghubung Kecamatan Kampak dan Munjungan.

Saat ini, jalan itu masih bernama Jalan Raya Kampak-Munjungan. Berdasarkan tinjauan dari aplikasi peta digital, panjang jalur tersebut kira-kira 20 kilometer.

Bergantian nama jalan, lanjut Mas Ipin, diatur dalam peraturan daerah.

"Jadi nanti setelah produknya ditandatangani, kami telah punya dasar hukum, segera kami nanti ke keluarga untuk menyampaikan dan melakukan seremonial perubahan nama di situ," tutur Bupati termuda yang saat ini menjabat itu.

Berdasarkan rencana, nama jalan itu nantinya akan berganti menjadi nama lengkap dan gelar Doni, yakni Bharatu (Anumerta) Doni Priyanto.

Usulan awal pengabadian nama Bharatu Doni disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, usai menjadi inspektur upacara pemakaman Bharatu Doni di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek, Minggu (1/3/2020).

"Kami titip pesan dari pimpinan brimob untuk diabadikan (nama) almarhum Doni sebagai pahlawan di Trenggalek," kata Luki, dalam wawancara saat itu.

Soal realisasi atas bentuk penghormatan itu, Luki menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Forkopimda.

"Apakah nama jalan atau apa, mungkin dari Bupati dan Forkopimda yang membahas nanti," tuturnya. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved