Berita Trenggalek

Kiat Bupati Mochamad Nur Arifin Tekan Angka Perceraian di Trenggalek  

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku punya inisiatif khusus untuk menekan angka perceraian di kalangan ASN.

surya.co.id/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Trenggalek Nur Chozin seusai memberi materi soal kiat menjaga keutuhan keluarga, Jumat (6/3/2020). 

Banyak gerakan yang ia maksud, yakni memberi perhatian ke pasangan dengan tingkah laku. Bukan sekadar ucapan.

Dalam dua tahun terakhir, angka penceraian di Trenggalek naik tipis. Yakni naik sembilan kasus menjadi 1.773 pada 2019.
Sebagian besar pengugat cerai, berdasarkan catatan PA Trenggalek, adalah sang istri.

"Komposisinya tiga per empat. Sisanya seper empat penggugatnya laki-laki," tambah Nur Chozin.

Secara umum, alasan cerai yang tercatat adalah masalah ekonomi. Namun, Nur Chozin punya pandangan tersendiri soal fakta tersebut.

Menurutnya, masalah ekonomi selama ini hanya dijadikan sebagai alasan formal. Berdasarkan pengalamannya mengatasi masalah perceraian, banyak masalah lain yang akhirnya bermuara ke ekonomi.

"Memang yang banyak faktornya ekonomi. Tapi itu sebenarnya kalau kita hayati, hanya (alasan) pelarian saja," ucapnya.

Ada juga tren menarik lain dari kasus perceraian yang ada di Kabupaten Trenggalek. Sebagian besar pengajuan cerai muncul dari pasangan yang menikah di usia sekitar 5 tahun.

"Paling banyak yang mendominasi itu bisa sampai 60persen lebih," tuturnya.

--

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved