Pemprov Jatim

Khofifah Promosi Dolomit Jatim kepada Gubernur Syamsuar, Minta Riau Tak Impor lagi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Gubernur Riau Syamsuar di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim Kota Pekanbaru, Jumat (6/3/2020).

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Gubernur Riau Syamsuar di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim Kota Pekanbaru, Jumat (6/3/2020). 

SURYA.CO.ID, PEKANBARU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Gubernur Riau Syamsuar di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim Kota Pekanbaru, Jumat (6/3/2020).

Pertemuan itu menjadi pertemuan pamungkas usai rombongan pemerintah Jawa Timur yang membawa 98 pelaku usaha bertandang ke Riau untuk melakukan Misi Dagang.

Dalam pertemuan yang cukup singkat tersebut, Khofifah dan Syamsuar membicarakan sejumlah rencana aksi untuk memperkuat kerjasama perdagangan antara dua daerah yaitu Riau dan Jawa Timur.

Terutama karena kedua daerah ini memiliki dua komoditas yang saling bergantungan.

“Berdasarkan informasi dari Pak Sekda lahan perkebunan sawit di Riau ini mencapai 3,4 juta hektar. Jauh lebih besar dibandingkan dengan luasan lahan sawit di Medan Sumatera Barat, maka kita tadi mempromosikan bahwa Jawa Timur ini memiliki deposit dolomit yang cukup banyak,” kata Khofifah usai pertemuan.

Deposit dolomit dan juga pengolahannya di Jawa Timur banyak dilakukan di Kabupaten Gresik. Bahkan keutamaan dari mineral dolomit di Jawa Timur ini memiliki kadar magnesium yang siginifikan.

Dan kandungan tersebut dikatakan mantan Menteri Sosial ini, baik untuk menyuburkan lahan sawit di Riau yang terbilang banyak.

“Ternyata Riau bahkan belum tau kalau kita punya dolomit banyak. Maka itu fungsi dan pentingnya Misi Dagang dengan daerah lain, untuk menemukenalkan potensi kita dan apa yang bisa kita tawarkan untuk daerah yang ingin kita jalin kerjasama,” kata Khofifah.

Riau sendiri dikatakan Khofifah banyak mendapatkan suplai dolomit dari Malaysia, dan juga sejumlah negara lain di Asia Tenggara.

Menurutnya ini sangat disayangkan karena mengapa harus impor ketika bahan yang dibutuhkan sejatinya ada di dalam negeri sendiri meski di luar daerah.

Sehingga diharapkan kebutuhan Riau bisa menjadi potensi pasar bagi dolomit yang dimiliki Jawa Timur.

Pasalnya ini bukan kali pertama bagi Khofifah memperkenalkan dolomit ke daerah lain, namun ternyata belum banyak yang tahu bahwa Jawa Timur memiliki banyak kandungan dolomit. Salah satunya saat bertemu dengan rombongan diklat pimpinan II di Grahadi.

 “Ternyata mereka di Kalimatan Barat itu seratus persen dolomitnya dapat dari Rusia. Mereka kaget kalau ternyata Jawa Timur punya banyak bahkan depositnya sampai 5 juta ton lho,” kata Khofifah. Deposit atau cadangan dolomit itu ada dalam bentuk gunung yang ada di Kabupaten Gresik dan dikelola oleh salah satu pengusaha besar di Gresik.

Oleh sebab itu, ke depan Khofifah menyebut bahwa pihaknya akan kian giat mempromosikan produk produk yang dimiliki Jawa Timur untuk dipasarkan di sektor perdagangan dalam negeri.

Terutama karena di tengah ekonomi global yang kian tak menentu menurutnya perdagangan dalam negeri akan menjadi penyelamat untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di Jatim tetap dalam kondisi yang terjaga.

“Dalam minggu-minggu inilah saya akan ke sana, saya ingin memperlihatkan langsung dolomit kita,” pungkas Khofifah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved