Berita Tulungagung

Warga Tetap Lewat Jembatan Gantung Kedungsoko Tulungagung Meski Ada Larangan, Ini Alasannya

Warga mengabaikan papan peringatan Jembatan Gantung Kedungsoko Tulungagung, dan tetap melintas dengan sepeda motor

david yohanes/surya
Warga masih melintas dengan sepeda motor di Jembatan Gantung Kedungsoko Tulungagung, meski ada papan peringatan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung telah memasang papan peringatan, agar Jembatan Gantung Kedungsoko tidak dilewati. Peringatan ini dipasang karena kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak dan membahayakan jika dibebani.

Namun ternyata warga mengabaikan papan peringatan ini, dan tetap melintas dengan sepeda motor. Bahkan berulang kali warga melintas dalam jumlah besar, beriringan di atas jembatan ini.

Jembatan yang membelah Kali Ngrowo ini pun bergoyang, bahkan mengayun saat beban besar melintas di atasnya.

“Jangankan beriringan, kalau kita lewat sendirian dan ngebut jembatannya pasti goyang,” ujar seorang warga bernam Slamet, yang kebetulan melintas.

Menurut Slamet, dirinya sudah tahu ada papan peringatan larangan melintas di atas jembatan gantung ini.

Namun Slamet mengabaikan peringatan itu, karena demi memperpendek jarak tempuh.

Jika harus tanpa jembatan ini, pemotor harus memutar sejauh 1 kilometer lewat Jembatan Lembupeteng di utara.

“Kelamaan kalau harus memutar, makan waktu. Kalau lewat jembatan ini kan cepat, tinggal antre sebentar sudah jalan,” ujarnya.

Jembatan gantung Kedungsoko mempunyai lebas sekitar 1,5 meter, sehingga untuk melintas harus saling bergantian dari ke dua arah.

Jembatan ini vital karena setiap pagi banyak dilewati oleh para pelajar, seperti siswa SMPN 5 Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved