Kamis, 9 April 2026

Ikan Asin Berformalin di Pasuruan

Respons Dinkes Kabupaten Pasuruan terkait Ditemukan Ikan Asin Berformalin

Perwakilan Dinkes Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan dr Ery Ardiani mengatakan formalin dalam ikn asin berbahaya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Parmin
surya.co.id/galih lintartika
Polisi memperlihatkan ikan asin yang diketahui berformalin di Mapolres Pasuruan, Kamis (5/3/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Perwakilan Dinkes Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan dr Ery Ardiani mengatakan formalin ini berbahaya. Meski tidak berwarna, bahan kimia ini bisa merusak tubuh.

"Untuk jangka pendek biasanya akan ada gangguan di saluran pencernaan semacam diare. Tenggorokan sakit, dan kalau punya penyakit asma akan mudah kambuh," jelasnya.

Untuk jangka panjang, kata dia, dampaknya luar biasa. Orang yang konsumsi ikan asin berformalin ini secara berkelanjutan bisa berpotensi terkena kanker.

"Jadi penyuka ikan asin harus waspada sebelum membeli. Jika sudaj terlanjur membeli dan ada dampaknya segera saja berhenti konsumsi dan konsultasi ke dokter," tambah dia.

Ia menjelaskan, ciri - ciri ikan asin berformalin itu tidak akan disukai kucing dan lalat. Biasanya mereka tidak mengejar ikan asin berformalin.

"Kalau ikan asin berformalin biasanya tidak disukai kucing dan lalat. Itu ciri - cirinya," pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved