Pemprov Jatim

Perdana Misi Dagang Jatim dengan Riau, Hari Pertama Transaksi Tembus Rp 362 Miliar

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memboyong 98 pelaku usaha Jawa Timur untuk bertemu dengan 165 pelaku usaha asal Provinsi Riau.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah memboyong 98 pelaku usaha Jatim untuk bertemu dengan 165 pelaku usaha asal Provinsi Riau dalam kegiatan Misi Dagang di Hotel Grand Central Kota Pekanbaru, Kamis (5/3/2020).  

SURYA.CO.ID, PEKANBARU - Gubernur Khofifah memboyong 98 pelaku usaha Jawa Timur untuk bertemu dengan 165 pelaku usaha asal Provinsi Riau dalam kegiatan Misi Dagang yang dihelat di Hotel Grand Central Kota Pekanbaru, Kamis (5/3/2020).

Melalui program ini, terbukti potensi perdagangan antara Jatim dengan Riau ternyata cukup besar.

Dalam waktu tujuh jam Misi Dagang dilaksanakan, transaksi yang berhasil dilakukan antara pelaku usaha Jatim dan Riau mencapai Rp 362 miliar.

"Kita mencoba mempertemukan trader dan buyer lewat program Misi Dagang ini. Kita ingin membukakan jalan, bagi pelaku usaha kita untuk memperkenalkan produk mereka dan agar mereka juga tahu misalnya ada bahan baku apa yang bisa didapat dari Riau ini," kata Khofifah.

Terlebih, menurut Khofifah posisi hari ini ada perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok, kemudian juga ada dampak dari wabah virus corona COVID-19, yang membuat pengaruh besar pada ekonomi dunia.

Bahkan secara global, nasional dan juga regional juga melakukan revisi pada prediksi pertumbuhan ekonomi.

Khofifah tak ingin prediksi penurunan dan pelemahan ekonomi terjadi di Jatim, sehingga dibutuhkan adanya antisipasi agar bisa mencegah ekonomi Jatim menurun. Sehingga memperluas perdagangan dalam negeri menjadi opsi strategis yang bisa dipilih.

"Itulah mengapa kita terus menginisiasi mempertemukan trader dengan buyer. Misi Dagang ke Riau ini yang kedua di tahun 2020, yang pertama kita lakukan di Medan. Saya rasa yang mereka butuh apa dan yang kita bisa suplai apa menjadi poin strategis yang menjadi tujuan dari Misi Dagang kita," tambah wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Salah satu produk Jatim yang menjadi andalan untuk ditawarkan ke Riau adalah dolomit. Selain karena deposit dolomit Jatim tinggi, juga di Riau membutuhkan pupuk berbahan dolomit agar bisa menyuburkan tanah untuk perkebunan sawit.

"Di Riau ini lahan sawitnya mencapai 3,4 juta hektar. Sedangkan kita deposit dolomitnya besar sekali, artinya ini macth," ucapnya.

Sebab selama ini belum tentu semua daerah yang membutuhkan pupuk berbahan dolomit tahu bahwa kandungan dolomit di Jatim termasuk yang terbaik.

Mereka lebih memilih untuk impor ke negara lain karena tidak tahu terkait potensi yang dimiliki Jatim.

"Lalu juga untuk sektor pertanian. Jatim biasa suplai daging sapi ke sini. Tapi yang akan datang mungkin masyarakat Riau ada yang tertarik untuk budidaya sapi di Jatim silahkan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang, supaya budidaya sapi di Riau bisa lebih masif," katanya.

Meski di akhir Misi Dagang transaksi yang tercapai berakhir di angka Rp 362 miliar, Khofifah meyakini bahwa angka itu masih akan terus bergerak. Sebab yang sering terjadi transaksi antara pelaku usaha akan terus berjalan kontinyu di luar acara seremoni.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved