Berita Madiun

Penjual Bakso di Madiun Diperiksa Polisi Karena Diduga Menimbun Masker

Seorang penjual bakso di Kabupaten Madiun diperiksa polisi karena diduga menimbun masker.

surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, menunjukkan barang bukti berupa masker yang disita dari penjual bakso. 

SURYA.co.id|MADIUN - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun mengamankan EW (36), warga Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun karena diduga menimbun masker. Pria yang sehari-hari berjualan bakso ini diperiksa polisa setelah menjual masker tersebut di media sosial Facebook.

"Kami amankan setelah yang bersangkutan menjual masker di facebook. Masih kami dalami apakah mengarah ke penimbunan atau tidak. Masih kami mintai keterangan," kata Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Dari tangan EW, polisi menyita satu kardus berisi 20 dus dan 20 piece masker, satu dus masing-masing berisi 20 masker. Kepada polisi, EW mengaku mendapatkan masker itu dari istrinya yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita di Hongkong.

Namun polisi tidak begitu saja mempercayai keterangan EW, sebab di Hongkong banyak warga kesulitan mendapatkan masker. Saat ini polisi masih menyelidiki asal usul masker yang dijual EW di Facebook.

Eddwi menjelaskan, terkait adanya indikasi penimbunan masker di wilayah hukum Polres Madiun Kabupaten, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan patroli ke toko-toko dan apotek.

Selain patroli di darat, polisi juga melakukan patroli cyber di dunia maya.Namun, hingga saat ini belum ditemukan pelaku penimbunan di wilayah Madiun.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, mengatakan, dari pengakuan EW, masker tersebut dijual Rp 280 ribu per dus atau box di wilayah Madiun. Diduga EW tak sendirian menjual masker tersebut.

"Pengakuannya, masker itu dikirim dari istrinya yang kerja di Hongkong. Untuk dijual di wilayah Madiun, Rp 280 per box," kata AKP Logos.

Logos menuturkan, hingga saat ini EW masih sebatas dimintai keterangan, dan belum mengarah ke penimbunan.

"Masih kami kembangkan ke arah diatasnya. Apakah nanti akan kami amankan masker dengan kapasitas banyak. Masih kami mintai keterangan lebih lanjut," ujarnya

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved