Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

Khofifah Tegaskan 65 Warga Jatim Bukan Suspect Corona, Begini Penjelasannya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa berita terkait 65 warga Jatim suspect virus corona itu tidak benar

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.co.id | PEKANBARU - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa berita terkait 65 warga Jatim suspect virus corona COVID-19 yang diedarkan PMI adalah berita tak benar. Ia juga sudah mengkomunikasikan ke PMI melalui Dinas Kesehatan Jatim bahwa terminologi suspect dengan digunakan adalah diksi yang kurang tepat.

Menurutnya terminologi suspect dan observasi adalah dua hal yang jauh berbeda maknanya yang harus dipahami oleh seluruh pihak di saat mewabahnya virus corona seperti sekarang ini.

"Untuk PMI saya sudah minta dikoordinasikan. Tolong dijelaskan, kita tidak menggunakan terminologi suspect. Kalau ini memang harus diobervasi ya menyebutnya diobeservasi, bukan suspect," kata Khofifah, usai acara misi dagang di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (5/3/2020).

Misalnya para WNI yang baru saja dipulangkan dari Wuhan dan dikarantina di Natuna beberapa waktu lalu.

Dikatakan Khofifah mereka saat itu diobservasi karena dikhawatirkan suspect, itupun bukan dikatakan mereka adalah suspect.

"Bahasa seperti ini, hari ini, harus dijelaskan lebih klir, dan lebih detail, jangan jadikan orang kemudian menjadi sensitif, panik," katanya.

Begitu juga dengan surat PMI yang sejak semalam membikin heboh.

Mantan Menteri Sosial ini menegaskan, yang dimaksud surat edaran oleh PMI itu adalah ada 65 warga yang baru saja pulang dari luar negeri dan mereka sudah mengantongi surat keterangan sehat.

"Jadi mereka yang 65 orang itu bukan suspect," tandasnya.

Ia sendiri sudah dua kali menerima hasil share informasi yang kurang benar.

Yang pertama bahkan tidak dalam bentuk surat, yang memberitahukan ada 16 orang warga Jatim disebut suspect, dan yang kedua yaitu kali ini ada 65 orang.

Padahal mereka ini bukan suspect melainkan warga yang baru pulang dari luar negeri dan sudah mengantongi surat keterangan sehat.

"Maka hari ini saya minta Kadinkes kalau bisa sowan ke PMI ke Pak Imam Utomo atau kalau tidak ketemu dengan tim dari PMI, agar semua bisa klir," kata Khofifah.

Di sisi lain, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menegaskan pihaknya pagi ini mengumpulkan 44 rumah sakit se Jawa Timur tekait persiapan menghadapi wabah virus corona COVID-19.

Rumah sakit rujukan pertama dan rujukan utama dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan apa yang harus dipersiapkan di saat ini dimana ada awabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved