Berita Tulungagung

Jembatan Gantung Kedungsoko Ditutup Sebab Berbahaya, PUPR Tulungagung Tak Bisa Perbaiki Karena Ini

Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung menutup Jembatan Gantung Kedungsoko karena membahayakan.

david yohanes/surya
Warga masih melintas dengan sepeda motor di Jembatan Gantung Kedungsoko Tulungagung, meski ada papan peringatan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - “Peringatan!!! Kembatan Rusak. Mohon Tidak Dilewati”, sebuah papan pengumuman dipasang di mulut jembatan gantung Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung. Papan pengumuman ini memberi informasi, bahwa jembatan gantung sudah dalam kondisi rusak.

Karena dianggap sudah membahayakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung menutup jembatan ini. Namun, penutupan tidak dilakukan secara frontal dengan melakukan segel atau blokade.

“Kami berikan peringatan agar masyarakat tahu kondisi jembatan yang rusak. Kami harapkan tidak dilewati lagi,” terang Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Robinson Nadeak, Kamis (5/3/2020).

Kondisi lantai jembatan sebenarnya masih utuh karena baru diganti platnya.

Namun menurut Robinson, selama ini tidak pernah ada perawatan jembatan.

Dinas PUPR juga tidak bisa ikut campur, karena status jembatan itu bukan milik Pemkab Tulungagung.

“Jembatan itu milik Perum Jasa Tirta. Tapi masyarakat tahunya itu milik kami,” keluh Robinson.

Jembatan gantung ini didirikan tahun 90-an, di era Presiden Soeharto.

Keberadaanya menghubungkan Dusun Kalituri, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu di timur, dan Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung di sebelah barat.

Sementara di bawahnya mengalir Kali Ngrowo, dari arah selatan ke utara.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved