Ekonomi Bisnis

Pengamat Ekonomi Sebut Pemerintah dan Pengusaha Harus Cari Alternatif Ekspor-Impor di Luar Tiongkok

pemerintah dan pengusaha harus mengambil langkah tepat untuk melakukan ekspor-impor di Indonesia

Pengamat Ekonomi Sebut Pemerintah dan Pengusaha Harus Cari Alternatif Ekspor-Impor di Luar Tiongkok
istimewa/dok pribadi
Dosen Universitas Dinamika, Dr Haryanto Tanuwijaya SKom MMT 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aktivitas perekonomian global saat, ini sedang krisis akibat penyebaran virus corona. Bahkan di skala e-commerce, pembelian barang impor dari wilayah terdampak virus melakukan penangguhan kiriman.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Universitas Dinamika, Dr Haryanto Tanuwijaya SKom MMT, mengungkapkan pemerintah dan pengusaha harus mengambil langkah tepat untuk melakukan ekspor-impor di Indonesia. Hal tersebut karena perekenomian dalam negeri, bahkan seluruh dunia semakin menurun.

"Apalagi banyak negara yang kerjasama dengan Tiongkok dalam bidang perdagangan. Makanya, kewaspadaan setiap negara dengan menutup akses impor ekspor maupun keluar masuknya wisatawan berdampak pada perdagangan dalam negeri," kata Haryanto, Rabu (4/3/2020).

Dampaknya pun sudah dirasakan sejak saat ini, yakni dengan adanya kenaikan harga pada barang tertentu dan kesediaan barangnya.

Ia meyampaikan karena selama ini paling banyak kerja sama dengan Tiongkok, stok barang di Indonesia berkurang.

"Mungkin produksi dari Tiongkok juga berkurang atau menurun karena adanya penyebaran corona virus," paparnya.

Hariyanto menjelaskan jika selama enam bulan ini virus corona masih menjadi permasalahan dan belum ada jalan keluar, kerugian negara akan semakin besar.

Oleh sebab itu, negara harus segera mempunyai alternatif ekspor impor untuk sementara waktu.

"Ini kan namanya musibah yang pasti pebisnis yang ekspor ke Tiongkok mungkin mencari alternatif ekspor ke negara lain. Di samping itu, fenomena diskon di sektor pariwisata merupakan langkah praktis di dunia pariwisata," lanjutnya.

Hal ini karena sektor pariwisata juga mengalami kemerosotan yang cukup signifikan.

Menurutnya, jika dengan adanya diskon pun wisatawan tidak akan langsung memanfaatkannya, karena masih khawatir dengan penyebaran virus corona.

“Jadi itu memang upaya awal, mungkin selanjutnya pengamanan dan deteksi dini corona harus ditingkatkan, jadi harus ada pemeriksaan terkait penyebaran virus corona,"ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat percaya pada pemerintah dalam mencari sebuah solusi.

Apalagi pemerintah sudah memasang alat untuk mendeteksi virus tersebit.

"Penanganannya juga sudah dilakukan, dan imbauan pun sudah dilakukan oleh pemerintah," katanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved