Berita Madiun

Gara-gara Virus Corona, Harga Jahe Merah dan Jahe Emprit di Kota Madiun Naik

Merebaknya penyebaran virus corona hingga ke tanah air mengakibatkan harga empon-empon atau rempah jamu mengalami kenaikan.

surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Penjual empon-empon di Pasar Besar Kota Madiun 

SURYA.co.id|MADIUN - Merebaknya penyebaran virus corona hingga ke tanah air mengakibatkan harga empon-empon atau rempah jamu mengalami kenaikan. Di pasar Kota Madiun naik, empon-empon menggalami kenaikan Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Seorang penjual rempah-rempah di Pasar Besar Madiun, Panirah (60) mengatakan, harga empon-empon naik sejak dua hari terakhir. "Sudah dua hari ini, mulai kemarin harga jahe naik," kata Panirah saat ditemui di lapaknya, Rabu (4/3/2020) siang.

Dia menuturkan, untuk jenis jahe merah yang biasanya ia jual Rp 50 ribu per kilo, kini naik hingga Rp 60 ribu per kilo. Sedangkan harga jahe emprit yang sebelumnya hanya berkisar Rp 35 per kilo, kini naik hingga mencapai Rp 50 ribu per kilo.

Ia mengatakan, naiknya harga empon-empon dikarenakan permintaan konsumen saat ini cukup tinggi. Para pembelinya mengatakan, membeli empon-empon untuk dibuat jamu, karena dipercaya dapat menangkal virus corona.

"Katanya (konsumen) mau direbus, mau dibuat jamu dicampur sama sere. Katanya buat penangkal virus corona," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa virus corona bisa ditangkal dengan ramuan jamu, yang terdiri dari ramuan jahe yang disebut mpon-mpon atau empon-empon.

Dilansir dari artikel Kompas.com, kabar ini dikaitkan dengan penelitian seorang profesor asal Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Prof Dr Chairul Anwar Nidom MS, Drh. Terkait efeknya terhadap virus corona.

Nidom berkata bahwa mpon-mpon mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru.

Di samping itu, minuman tradisional kaya khasiat asal Indonesia ini memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit (imunitas).

Sitokin, ujar Nidom, merupakan respons imun terhadap adanya virus.

"Jadi sebetulnya sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya. Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman," ujar Nidom.

Namun, khasiat formulasi ini baru melalui uji praklinis terhadap tikus. Itu pun yang terinfeksi flu burung, jenis virus corona lainnya, bukan Covid-19.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved