Persebaya Surabaya
Beda Reaksi Bonek & The Jakmania Soal Nonton Persija vs Persebaya Surabaya, Minta Jaminan Keamanan
Begini Beda Reaksi Bonek dan The Jakmania Soal Kuota Nonton Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, Minta Jaminan Keamanan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Terkait kuota tiket laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya Liga 1 2020, suporter kedua tim memberikan reaksi yang berbeda.
Seperti diketahui, ketua umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menyebut ada wacana agar suporter Persebaya, Bonek mendapat kuota tiket di markas Persija.
Pendukung Persija Jakarta, The Jakmania disebut siap menyambut baik kedatangan Bonek di SUGBK, Sabtu (7/3/2020).
Namun di sisi lain, Bonek mengajukan syarat agar keamanan rekan-rekannya terjamin selaman menonton Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya.
• Persija vs Persebaya Liga 1 2020 David da Silva Waspada 3 Pemain Macan Kemayoran, Sebut Osvaldo Haay
• Persija Vs Persebaya Surabaya Terancam Tak Ada Penonton: Reaksi Aji Santoso, Angga Saputra & PSSI
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, ke SUGBK.
Kata Ferry Paulus, Persija Jakarta sejatinya menerima siapa saja suporter lawan yang ingin datang saat laga kandang termasuk Bonek.
Menurutnya, ini menjadi sebuah simbol akan terjadi keharmonisan dengan pendukung Persija Jakarta, The Jak Mania.
Memang hubungan Bonek dengan The Jak Mania sampai saat ini belum berdamai.
Kedua suporter tersebut pernah bertemu di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, pada musim 2018.
Saat itu suasana tidak kondusif karena terjadi kerusuhan di beberapa titik sebelum Stadion Sultan Agung.
Walhasil pertandingan tersebut terpaksa ditunda.
"Boleh saja (Bonek datang)," kata Ferry Paulus.
"Kalau kami selalu welcome sama siapa saja dan saya rasa The Jak Mania bisa menerimanya," ucap Ferry Paulus menambahkan.
Meskipun demikian, Ferry Paulus menyerahkan kedatangan Bonek kepada pihak keamanan.
Jika pihak keamanan tidak memberikan izin, maka Persija Jakarta akan menaatinya.
"Kalau untuk kuota itu saya rasa terpenting itu dari PT Liga Indonesia Baru dan kepolisian dulu ya," kata Ferry Paulus.
Di sisi lain, koordinator Bonek Husin Ghozali merespon positif inisiatif dari Iwan Bule agar Bonek bisa satu tribun dengan suporter tuan rumah The Jak.
"Kalau begitu terima kasih karena sudah ada kejelasan dari PSSI," ujar Husin Ghozali, Selasa (3/3).
Namun, pria yang akrab disapa Cak Conk ini meminta ada langkah kongret untuk memastikan rekan-rekan Bonek terjaga keamanannya di sana.
"Ketika kami di sana (Jakarta), harus ada petinggi The Jak yang berani memback-up.
Percuma jika nanti kami kesana, tapi tidak ada yang memberikan jaminan ke kami.
Istilahnya ada yang pasang badan lah," imbuh Cak Conk.
Duel Persija kontar Persebaya dipastikan berlangsung sengit. Kedua tim sudah lama menjadi rivalitas di sepak bola Indonesia.
Maklum, baik Persija dan Persebaya merupakan klub lama dengan sederet prestasi yang menterang. Selain itu, kedua tim juga memiliki dukungan massa yang sangat banyak.
Persija dan Persebaya kali terakhir bertemu di final Piala Gubernur Jatim 2020, Februari lalu di Sidoarjo. Saat itu Perebaya menang 4-1.
Sosok Berbahaya di Laga Persija vs Persebaya Surabaya
David da Silva menyebut ada tiga sosok berbahaya yang ia waspadai dalam laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya Liga 1 2020, Sabtu (7/3/2019) mendatang.
Ketiga sosok tersebut tak lain adalah para penyerang dari skuat Macan Kemayoran, yakni Marko Simic, Riko Simanjuntak, dan rekrutan anyar Osvaldo Haay.
Pasalnya, ketiganya telah memberikan tiga poin ketika Persija menang 3-2 atas Borneo FC.
Simic dan Osvaldo turut menyumbangkan masing-masing satu gol, sedangkan Riko menciptakan dua assist.
“Selain Simic, ada Riko, Osvaldo yang sebelumnya adalah rekan satu tim.
Kami harus hati-hati dengan mereka. Tapi saya percaya dengan lini pertahanan kami.
Dan saya percaya dengan tim saya. Kami harus fokus dan tidak membuat kesalahan.
Dan harus bisa mengatasi permainan secepat mungkin,” tekad David da Silva, dilansir dari laman persebaya.id

Tak salah jika kemudian striker asal Brazil itu meminta rekan-rekannya untuk konsentrasi penuh dan fokus sepanjang 2x45 menit laga di stadion terbesar di Indonesia itu.
Pemain berusia 30 tahun itu menegaskan Bajol Ijo datang ke Jakarta untuk membawa pulang tiga poin.
Ia juga menyebutkan laga tersebut tidak semata persaingan dirinya dengan Simic sebagai penyerang tajam di kompetisi sepakbola Indonesia.
David da Silva sendiri mengemas 38 gol dari 41 pertandingan dengan kostum hijau-hijau.
Di sisi lain, Simic membukukan 47 gol dari 63 laga bersama Persija.
“Dia penyerang berkualitas. Seorang finisher di depan gawang. Jago sundulan, dia pemain yang bagus.
Saya pikir kami perlu waspada dengan ia. Karena Simic telah menunjukan kepada semuanya jika ia memiliki kemampuan,” puji David da Silva.
Sepanjang membela Green Force, David da Silva baru sekali turun melawan Persija di kompetisi resmi.
Ia tidak mencetak gol. Namun umpannya mampu diselesaikan dengan apik oleh Osvaldo.

Persebaya menang atas tim ibukota, 17 Desember 2019 lalu.
Sementara itu, Simic sudah dua kali menjebol gawang Persebaya. Tetapi gol-golnya tidak mampu mempersembahkan poin penuh bagi Persija.
“Yang paling penting tentu hasil untuk tim. Apa yang bisa saya berikan.
Tentu saya akan keluarkan seluruh kemampuan terbaik dengan maksimal.
Saya akan lebih fokus jika ada kesempatan untuk mencetak gol atau memberi assist,” tandas striker berkepala plontos ini.(*)