Sambang Kampung

Bank Sampah di Kedung Klinter RT 4 RW 3 Kedungdoro Surabaya Dikoordinasi Per Dasawisma

Pentingnya mengolah sampah dipahami oleh warga RT 4 RW 3 Kedung Klinter gang 4 Kelurahan Kedungdoro Surabaya.

surya.co.id/sugiharto
Warga RT 04 RW 3 Kedung Klinter Kelurahan Kedungdoro Surabaya telah sadar arti penting bank sampah bagi lingkungan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pentingnya mengolah sampah dipahami oleh warga RT 4 RW 3 Kedung Klinter gang 4 Kelurahan Kedungdoro Surabaya.

Oleh karena itu, warga aktif menjalankan bank sampah. Setiap sebulan sekali, sampah-sampah itu dikumpulkan kemudian dijual.

"Kami menerepkan sistem pembagian kelompok per dasawisma. Jadi, masing-masing koordinator mengumpulkan setiap sampah kelompoknya. Kemudian dikumpulkan satu bulan sekali," kata Syamsudin Ariffianto, ketua RT 4 RW 3 Kedung Klinter gang 4 Kelurahan Kedungdoro.

Sistem ini ia rasa lebih terorganisir. RT 4 memiliki sembilan dasawisma.

"Semua sampahnya dijual. Paling banyak di antaranya yakni kardus dan botol plastik. Nah, hasilnya menjadi modal warga kampung," papar Ariffianto.

Sebagain hasil penjualan, dimasukkan ke dalam kas warga. Biasanya, dialokasikan untuk berbagai kegiatan. Sementara sisanya, dimasukkan ke kas yang akan dialokasikan untuk merawat hidroponik.

"Sejauh ini, bank sampah masih berbentuk tabungan. Jadi tidak langsung cair. Partisipasi warga bisa dibilang bagus, mereka aktif dalam kegiatan bank sampah ini," imbuhnya.

Kehadiran bank sampah membuat sampah-sampah di kampung bisa lebih terkoordinir secara baik.

"Selain itu juga bisa mengurangi sampah-sampah tercecer di kampung. Hasilnya, kampung bisa lebih bersih. Pengolahannya bisa lebih tertib," Ariffianto menguraikan.

Selain bank sampah, kampungnya juga menggalakkan penghijauan dan kesenian. Katanya, penghijauan bisa membuat pemandangan lebih asri.

"Kalau kesenian, di kampung kami memiliki komunitas yang turut melestarikan kesenian dan kebudayaan," tandasnya.

Tim Motivator Lingkungan dan Penyuluh Lingkungan Hidup Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Kota Surabaya, Adi Candra, mengapresiasi bank sampah yang dihadirkan oleh warga kampung.

"Bank sampah yg rutin beroperasi bisa menjadi solusi sampah anorganik. Ke depan kami mengharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan terpilah saja, namun juga untuk dikreasikan menjadi sovenir kampung yang khas dari limbah," katanya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved