Breaking News:

Berita Sidoarjo

Status Tanggap Darurat Banjir Tanggulangin Sidoarjo Diperpanjang, Ini Alasannya

Status tanggap darurat banjir di Tanggulangin, Sidoarjo, diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

Penulis: M Taufik | Editor: irwan sy
m taufik/surya
Kisdam yang dibangun untuk penanganan banjir di Tanggulangin. Pemkab melalui BPBD Sidoarjo juga memperpanjang status Tanggap Darurat Banjir hingga 17 Maret 2020. 

Pemerintah juga bakal mulai melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan liar di sekitaran sungai itu, semua harus bersih.

Karena keberadaan bangunan-bangunan itu mengakibatkan penyempitan sungai.

Sudah sekitar dua bulan banjir yang menggenang di dua desa itu tak kunjung surut.

Belakangan memang genangan berkurang, tapi masih ada beberapa wilayah terendam.

Terhitung sekitar lima RT masih kebanjiran.

Ketinggiannya kurang lebih 20 centimeter.

Rumah-rumah warga, jalan desa, dan sekolah juga masih kebanjiran.

Menurut Camat Tanggulangin, Sabino Mariano, berkurangnya ketinggian air itu merupakan buah kerja keras tim di lapangan dengan sejumlah upaya yang dilakukan.

Seperti normalisasi avur Kedungbanteng dan dam Kedungpeluk, memasang kisdam atau tanggul sementara di Kedungbanteng dan Banjarpanji, serta memasang 16 pompa air.

Penurunan ketinggian air juga disebabkan intensitas curah hujan yang berkurang.

Dalam dua hari terakhir, hujan tidak terlalu deras mengguyur kawasan itu.

Untuk mempercepat laju penurunan air, pemkab juga membongkar pintu air Banjarpanji.

"Pintu air itu berfungsi mengatur air avur Gedangrowo bawah yang masuk Banjarpanji. Pintu air terlalu kecil sehingga menghambat laju air," tandas Sabino.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved