Berita Sidoarjo

Status Tanggap Darurat Banjir Tanggulangin Sidoarjo Diperpanjang, Ini Alasannya

Status tanggap darurat banjir di Tanggulangin, Sidoarjo, diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

m taufik/surya
Kisdam yang dibangun untuk penanganan banjir di Tanggulangin. Pemkab melalui BPBD Sidoarjo juga memperpanjang status Tanggap Darurat Banjir hingga 17 Maret 2020. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Status tanggap darurat banjir di Tanggulangin, Sidoarjo berakhir hari ini, Selasa (3/3/2020). Namun air masih menggenang di sejumlah lokasi di kawasan itu.

Pemkab Sidoarjo pun bersiap untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana di sana agar upaya-upaya penanganan bisa dilanjutkan. Persiapan itu dilakukan dengan menggelar pertemuan.

Sejumlah pejabat hadir di sana, termasuk Sekda Sidoarjo Achmad Zaini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwidjo Prawito, Plt Kepala DPUBMSDA Yudhi Kartikawan, dan Camat Tanggulangin Sabino Mariano.

Dalam rapat tersebut, semua pihak sepakat masa tanggap darurat diperpanjang. Waktunya 14 hari, terhitung 4 Maret hingga 17 Maret.

"Sama seperti sebelumnya, masa tanggap darurat selama 14 hari," kata Dwijo.

Ada beberapa alasan mengapa tanggap darurat diperpanjang, antara lain mengantisipasi genangan di sana karena musim hujan diperkirakan masih mengguyur sampai pertengahan Maret mendatang.

Alasan berikutnya, genangan di wilayah itu juga belum surut sampai sekarang.

"Penanganannya kan butuh pompa. Nah, operasionalnya butuh anggaran. Dengan status Tanggap Darurat, kami bisa mengalokasikan lewat dana Bantuan Tak Terduga (BTT)," paparnya.

Selain itu, Zaini juga meminta BPBD berkoordinasi dengan ITS untuk menelaah penurunan tanah di Kedungbanteng dan Banjarasri.

Artinya, masa tanggap darurat kedua ini pemerintah akan melanjutkan normalisasi Avur Gedangrowo bawah, Kedungbanteng, dan Banjarpanji.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved