Berita Magetan

Soal Polemik Rencana Penutupan Pabrik Penyamaan Kulit di Magetan, begini Penjelasan Bupati Suprawoto

Bupati Magetan Suprawoto akhirnya mengajak pengusaha kulit yang bernaung di APKI mencari solusi dan tetap berprduksi, sampai ditemukan solusi.

surya.co.id/doni prasetyo
Aktivitas pekerja di salah satu industri penyamakan kulit di Magetan, Selasa (3/3/2020). 

SURYA.co.id | MAGETAN -  Setelah Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Magetan melarang buang limbah dan slag (limbah padat)  kawasan LIK UPT Dinas Industri dan Produksi Kulit Provinsi Jatim sampai 30 hari kedepan.

Akhirnya 190 pengusaha pengolahan kulit berencana sepakat menutup pabrik pengolahan kulit basah.

Keputusan pengusaha kulit itu bakal menjadikan 1.200 karyawan yang menggantungkan hidupnya dari industri kulit itu menjadi tuna karya.

Bupati Magetan Suprawoto akhirnya mengajak pengusaha kulit yang bernaung di APKI mencari solusi dan tetap berprduksi, sampai ditemukan solusi untuk pembuangan limbah dan slag di LIK Magetan.

"Saya sangat menyayangkan, bila pengusaha sepakat menghentikan usaha produksi. Saya (bupati) hanya meminta untuk mengurangi jumlah produksi hingga beberapa bulan kedepan. Sambil menunggu perbaikkan saluran limbah itu," kata Bupati Suprawoto, Selasa (3/3/2020).

Dikatakannya, limbah industri kulit sudah over kapasitas dan harus di perbaiki. Saluran limbah selama ini kecil dan tidak muat lagi rnenampung limbah cair dan slag dari LIK.

"Makanya kita harus memperbaiki salurannya. Karena pipa pembuangan yang sekarang sudah tidak muat lagi. Makanya harus diperbaiki," katanya.

Rencana dana sebesar Rp 3 triliun dari pemerintah pusat itu perlu pemikiran, karena pengelolaan instalasi pengelolaan air limbah butuh anggaran dan tenaga.

"Saya (bupati) ingin mengelolaan IPAL itu dilakukan secara modern. Karenanya anggaran yang diberikan pemerintah pusat, kita maksimalkan dan hanya untuk orang-orang desa saja,"kata Bupati Suprawoto.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved