Breaking News:

Gadget

Pasar Ponsel Belum Terimbas Isu Virus Corona, Pengamat Gadget: Bisa Terpengaruh Jika Berkepanjangan

Isu virus Corona yang berawal dari Tiongkok belum memberi dampak pada kondisi pasar smartphone di Indonesia

habibur rohman/surya
Owner Apollo Gadget Store Irwan Harianto diapit Direktur Utama PT Puri Pariwara (WTC) Sonny Triandalarso (baju biru) danRegional CEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 Bank Mandiri Surabaya R. Erwan Djoko Hermawan (dasi biru) pada "Apollo Gadget Store 17th Anniversary WTC E-Mall Surabaya, Selasa (3/3/2020). Perayaan Anniversary sekaligus untuk mendongkrak penjualan ponsel tahun ini, Apollo memberi kesempatan pada konsumen untuk mendapatkan hadiah melalui berbagai program, potongan harga dan pemberian voucher serta lomba. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Isu virus Corona yang berawal dari Tiongkok belum memberi dampak pada kondisi pasar smartphone di Indonesia. Penjualan smartphone sejak tahun 2019 lalu, memang mengalami penurunan karena adanya berbagai agenda politik berupa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

"Sementara tahun ini, kuartal I memang masih landai, apalagi ada isu virus corona ini," kata Irwan Hariyanto, owner Apollo Gadget Store disela perayaan Hari Ulang Tahun Apollo yang ke 17, Selasa (3/3/2020) di WTC e-mall, Surabaya.

Diakui Irwan, isu virus Corona belum memberi dampak khusus. Tapi perlambatan penjualan di kuartal I tahun 2020 ini masih karena daya beli masyarakat dan banyaknya kebutuhan lain yang membuat belanja smartphone masih belum prioritas.

Terkait dengan isu virus Corona, bila berkepanjangan baru akan berdampak.

"Terutama untuk suplai dari Tiongkok akan terhambat. Apalagi saat ini smartphone banyak disuplai dari Tiongkok," tambah Irwan.

Tapi karena penjualan belum begitu bergairah, tentunya suplai dan permintaan masih seimbang.

Selain suplai yang terhambat, isu tersebut juga bisa mengakibatkan orang malas keluar rumah atau datang ke tempat belanja smartphone.

"Itu juga membuat orang menahan diri untuk belanja smartphone. Kami sih berharap Corona ini bisa segera selesai," ungkap Irwan.

Pengamat gadget, Herry SW, menyebutkan saat ini pasar smartphone Indonesia memang sedang dibanjiri produk Tiongkok.

"Seperti Huawei, Xiaomi, Vivo dan Oppo. Mereka melawan brand Korea Selatan, yang saat ini Samsung yang masih bertahan di peringkat atas dan LG yang sudah di bawah brand dari Tiongkok tersebut," ungkap Herry SW ditemui di waktu dan tempat yang sama.

Namun hal itu juga tidak lama.

Herry menyebut Samsung tentunya akan terimbas, mengingat komponennya juga dibuat dari Tiongkok dan tinggal perakitannya dilakukan di Vietnam, Indonesia dan negara-negara lainnya.

"Semoga tidak panjang lah Corona ini dan bisa segera di atasi dunia global agar imbasnya tidak lama," lanjut Koh Herry, sapaan akrab Herry SW.

Sementara itu tahun 2019 lalu, Irwan maupun Koh Herry mencatatkan penurunan penjualan smartphone sekitar 10-20 persen.

Sementara tahun 2020 ini, diprediksi akan tumbuh dari angka yang turun ini sekitar 5-10 persen.

"Naik dari tahun lalu yang turun ini sudah lebih baik dan perlu upaya keras juga," ungkap Irwan.

Namun Koh Herry optimis di tahun ini akan ada peningkatan penjualan smartphone.

Pendorongnya adalah berlakunya regulasi untuk blokir smartphone BM (Black Market) atau tidak resmi yang tidak membayar pajak melalui nomor IMEI.

"Akan banyak orang yang takut diblokir karena pakai smartphone BM. Kemudian beralih dengan membeli smartphone resmi," ujarnya.

Namun diakui Koh Herry, sosialisasinya kurang masif.

"Sehingga belum ada data peningkatan penjualan smartphone akibat regulasi ini," pungkasnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved