Berita Banyuwangi

Memiliki Geografis yang Sama, Bupati Pacitan Ngangsu Kawruh ke Banyuwangi

Perkembangan pariwisata Banyuwangi yang cukup pesat, mendapat perhatian dari Bupati Pacitan, Indartato

Memiliki Geografis yang Sama, Bupati Pacitan Ngangsu Kawruh ke Banyuwangi
SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Pacitan, Indartato langsung datang ke Banyuwangi untuk sharing strategi pengembangan pariwisata. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Perkembangan pariwisata Banyuwangi yang cukup pesat, mendapat perhatian dari Bupati Pacitan, Indartato yang langsung datang ke Banyuwangi untuk sharing strategi pengembangan pariwisata daerah ini.

“Tujuan kami ke sini ini untuk ngangsu kawruh, ingin belajar bagaimana cara Banyuwangi memajukan sektor pariwisata hingga bisa seperti sekarang,” kata Indartato, Selasa (3/3/2020).

Indartato datang bersama 70 orang jajarannya. Di antaranya Sekretaris Daerah, Asisten, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan staf Dinas Pariwisata.

Pacitan, kata Indartato, merupakan daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Dia mengistilahkan Pacitan ‘adoh ratu, cedhak watu’ atau jauh dari pemimpin tapi dekat dengan batu. 

Tidak banyak diketahui oleh publik luas. Salah satu yang membuat Pacitan cukup beruntung, kata dia, karena menjadi daerah tempat lahir Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mulai sejak itu Pacitan terangkat namanya, namun untuk kemajuan pariwisatanya sendiri saat ini belum berubah secara signifikan. Makanya kami ingin diberi kiat-kiat yang perlu kami lakukan, agar pacitan bisa kondang seperti Banyuwangi dan wisatawan mau datang,” ujar Indartato.

“Selain itu kami juga ingin belajar tentang pengelolaan  sistem akuntabilitas dan kinerja pemerintahan (SAKIP) Banyuwangi yang sudah advance serta pelayanan publiknya,” tambah Indartato.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati Pacitan beserta jajarannya di Banyuwangi

Meskipun lokasinya berjauhan, namun  Anas merasa Banyuwangi dan Pacitan merupakan dua daerah yang saling bersahabat karena lokasinya yang sama-sama berada di ujung Provinsi Jawa Timur.

“Saya sangat senang dengan kunjungan ini, selain saya dan Pak Indartato adalah kawan lama, Banyuwangi dan Pacitan adalah dua daerah yang punya kemiripan karakteristik secara geografis. Yakni sama sama di ujung, saya di ujung timur, Pak Indartato di ujung barat," kata Anas.

Dengan kondisi geografis yang demikian, kata Anas langkah pertama yang dilakukan untuk memajukan Banyuwangi adalah membuka aksesibilitas daerah. Yakni dengan membuka penerbangan komersial. Saat ini sudah ada 14 penerbangan me nuju Banyuwangi dari beberapa wilayah Indonesia.

Untuk pengembangan pariwisata sendiri, lanjut Anas, Banyuwangi terus berbenah untuk menambah kenyamanan wisatawan. Misalnya, mempersiapkan infrastruktur yang baik, khususnya pada akses menuju obyek wisata. Banyuwangi juga memperluas aksesibilitas.

“Saat ini, sudah ada 14 penerbangan dalam sehari di Bandara Blimbingsari. Diantaranya, penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya. Tentu semua ini, untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah kami yang ujung-ujungnya, untuk peningkatan ekonomi warga,” kata Anas.

Selain itu, lanjut Anas, Banyuwangi juga melakukan pembenahan dan peningkatan destinasi, menambah amenitas wisata, hingga menyiapkan atraksi yang menarik.

"Dari sisi amenitas, kini di Banyuwangi tumbuh hotel berbintang 4. Sementara dari sisi atraksi, ada agenda wisata Banyuwangi Festival yang tahun ini menyajikan 123 event atraktif sepanjang tahun," tambahnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved