Breaking News:

Citizen Reporter

Jangan Takut Salah, Membuat Buku Itu Mudah

Ingin membuat buku sendiri? Bisa. Jika belum cukup ide, bergabung saja dengan beberapa orang membuat antologi seperti yang dilakukan Rumah Menulis.

citizen reporter/Ainy Mauliddiyah
Di Rumah Menulis, Surabaya, para guru didorong untuk membukukan karya mereka. 

Siapa bilang membuat buku itu sulit? Komunitas Rumah Menulis di Surabaya yang beranggota para guru membuktikannya. Tips menulis itu sederhana: jangan takut salah dan rajin mencatat.

Guru yang baik harus bisa menjadi sumber inspirasi bagi murid-muridnya agar terus membaca. Akan tetapi, tidak hanya behenti sampai membaca, pendidik harus mampu memberikan teladan dalam menulis dan mewujudkan menjadi karya.

Di Surabaya ada wadah bagi para pendidik untuk berbagi bareng dalam mewujudkan karya tulisannya. Wadah itu bernama Rumah Menulis. Tempat yang beralamat di Jalan Labansari 209 Surabaya itu adalah sebuah wadah tempat guru-guru di semua jenjang dapat bertukar pikiran untuk menulis.

Tak hanya guru-guru yang dapat bergabung, para kepala sekolah juga boleh. Kegiatan itu dimotori oleh Najib Sulhan, sang empunya Rumah Menulis. Ia juga seorang pendidik dan selalu tidak mengenal lelah untuk terus mengajak guru-guru mencipta karya.

Itu seperti yang tampak di Rumah Menulis, Sabtu (29/2/2020). Beberapa guru duduk di ruangan yang penuh dengan rak buku. Hampir semua buku itu adalah hasil karya guru. Mereka menyebut kegiatan itu arisan ilmu.

Arisan ilmu itu dilakukan untuk menuangkan ide dan untaian kata yang ada di otak untuk dituangkan dalam tulisan dan dijadikan buku antologi. Itu adalah hasil tulisan para pendidik yang kreatif yang sudah hadir sebagai peserta di Rumah Menulis. Meski ada beberapa guru yang baru belajar menulis, namun semangat mereka luar biasa dalam menuangkan gagasan dalam tulisan.

Pertemuan saat itu adalah angkatan yang keenam dengan mengangkat tema anak. Itu ditulis dari sudut pandang guru dan orang tua.

“Selamatkan ide yang muncul dengan mencatat, sekecil apa pun itu,” kata Najib.

Para pendidik yang sudah hadir saat itu menjadi tertantang untuk mengembangkan ide dalam tulisan. Apa pun idenya, segera ditulis. Najib mengingatkan untuk tidak takut salah dan jangan terburu-buru mengoreksi sebelum selesai menulis. Meski terlihat sepele, itu bisa menjadi kendala dalam menulis.

Semua peserta terlihat makin bersemangat. Mereka bisa praktik saat itu juga. Suasananya pun terlihat cukup santai. Dengan kegiatan itu, diharapkan guru bisa menjadi motor penggerak bagi diri sendiri dan orang di sekitarnya untuk berliterasi. Itu sebabnya, jangan pernah lelah untuk menulis.

Ainy Mauliddiyah
Guru SMP Negeri 8 Surabaya
ainy.mauliddiyah@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved