Breaking News:

Berita Surabaya

Setahun Kasus Dugaan Penipuan Apartemen The Frontage Tak Jelas, Korban Datangi Polrestabes Surabaya

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Apartemen The Frontage A Yani masih belum jelas

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: irwan sy
nuraini faiq
Lokasi apartemen The Frontage Jalan A Yani Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Apartemen The Frontage A Yani yang dilaporkan oleh empat pembeli apartemen pada 2019 lalu masih belum jelas.

Kasus tersebut sempat dilaporkan oleh para konsumen apartemen ke Polda Jatim pada 14 Februari 2019 yang kemudian dilimpahkan penanganannya ke Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Mendapati hal tersebut, kuasa hukum korban, Dimas Yemahura Alfaruq, mendatangi Mapolrestabes Surabaya untuk menanyakan sejauh mana perkembangan proses laporan para korban tersebut.

"Intinya kami kemari untuk menanyakan perkembangan laporan kami. Tadi sudah ditemui oleh Kanit Harda dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Dimas,Senin (2/3/2020).

Hasil pertemuan itu, Dimas sebut jika polisi masih kesulitan menentukan tindak pidana atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT Trikarya Graha Utama (TGU) selaku developer apartemen tersebut.

"Ya katanya butuh saksi ahli. Masih menunggu untuk memastikan terkait tindak pidana dari laporan kami," tambahnya.

Dimas berharap agar kasus tersebut menemui titik terang dan kepastian hukum terutama bagi para korban.

Dari empat konsumen yang memberikan kuasa kepadanya, total kerugian yang diderita mencapai Rp 5,5 miliar.

"Kalau untuk total semua konsumen atau user sekitar Rp 150 miliar. Ya kami berharap agar polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut agar kami para korban bisa tahu dan harapannya uang kami bisa kembali," sebutnya.

Kasus Apartemen The Frontage A Yani itu mencuat setelah para korban merasa ditipu lantaran serah terima kunci yang dijanjikan oleh pihak pengembang tak juga terealisasikan.

Para konsumen tertarik membeli apartemen tersebut karena pihak PT TGU menjanjikan investasi berupa kondotel yang mulai dibangun pada 2016 dan akan serah terima kunji pada 2017-2018.

Faktanya, sampai saat ini, progres pembangunan apartemen yang berlokasi di selatan Jatim Expo Surabaya itu mangkrak.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi langsung dari penyidik Polrestabes Surabaya soal kasus tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved