Sosok

Miranda Caradea: Kendaraan Umum Kurang Efisien Waktu

Potret Miranda Caradea, pengguna transportasi umum yang menyayangkan tidak efisiennya waktu.

foto:dok pribadi
Potret Miranda Caradea, pengguna transportasi umum yang menyayangkan tidak efisiennya waktu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai pengguna transportasi umum, Miranda Caradea (@caradeaa), mahasiswi Studi Kejepangan Universitas Airlangga, sering merasa rugi waktu.

"Dulu, pas zaman mahasiswa baru, sering banget malah selalu naik lyn. Tapi semakin ke sini semakin malas karena tempatnya kurang nyaman dan jalannya lama," ungkap kelahiran 25 Februari 1997 ini.

Waktu yang lama, menurutnya, menjadi masalah kendaraan umum.

Hal ini membuat banyak penumpang yang memilih kendaraan pribadi atau transportasi online.

"Kalau di Jepang, kendaraan umum seperti kereta dan bus, sangat on time. Masyarakat lebih memilih kendaran umum karena lebih murah dan efisien. Indonesia juga lebih murah kendaraan umum, tapi kurang efisien terutama perkara waktu," ungkap sosok yang kini menjalani program intership di Hokkaido Jepang ini.

Padahal, kendaraan umum berperan untuk mengurangi kecametan. Selain itu juga lebih ekonomis.

"Kendaraan umum sebenarnya sangat cocok untuk kota industri seperti Surabaya. Kalau semua pakai kendaraan pribadi, bisa dibayangkan gimana macetnya. Ditambah pengendara sudah merasa capek setelah seharian beraktivitas," terangnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi pemerintah Kota Surabaya yang berupaya memperbaiki berbagai sarana transportasi umum.

"Saya senang sih penguna kendaraan umum seperti saya bisa difasilitasi dengan baik, termasuk perbaikan Terminal Joyoboyo. Nggak hanya syukur ada terminal atau stasiun, tapi fasilitas yang nyaman dan tertata sangat penting," tandas Miranda.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved