Breaking News:

Citizen Reporter

Buang Dulu Sampah Emosi pada Anak, Cara Dekatkan Orang Tua-Anak di SDN Ngrayung Tuban

Menjadi teman bermain dan pendengar anak sangat penting bagi orang tua. Pada dasarnya, hampir semua anak ingin diperhatikan oleh orang tuanya.

Editor: Endah Imawati
Buang Dulu Sampah Emosi pada Anak, Cara Dekatkan Orang Tua-Anak di SDN Ngrayung Tuban
citizen reporter/Sri Yunanik
Kedekatan orang tua dan anak diwujudkan dalam aktivitas bersama di SDN Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Orang tua kadang kurang menyediakan waktu khusus yang membuat anak-anak nyaman di sampingnya. Di SDN Ngrayung, Plumpang, Tuban dibuatlah menggambar dan memasak bersama orang tua di sekolah. Itu sebagai wujud sekolah ramah anak.

Ide itu disampaikan Wahyuni Ida Megawati, guru kelas II SDN Ngrayung, Plumpang, Tuban. Ia mengajak guru kelas IV untuk mendesain pembelajaran yang dapat mengadopsi terjadinya kedekatan antara orang tua dan anak dalam upaya menyamakan ide dalam bahasa yang positif. Akhirnya itu diwujudkan pada Jumat (28/2/2020) pagi di sekolah ramah anak.

Ada pemandangan yang berbeda dalam pembelajaran kelas II dan kelas IV SDN Ngrayung Kecamatan Plumpang kabupaten Tuban. Karena menghadirkan wali murid untuk ikut mendampingi putra-putrinya dalam pembelajaran berkreasi membuat lukisan di atas kertas putih dengan media cat dan menggunakan daun. Itu sekaligus menjadi pengenalan macam-macam daun untuk kelas II.

Sementara itu, para orang tua siswa kelas IV mendampingi putra-putrinya untuk membuat menu masakan. Walaupun hanya dengan durasi waktu 2 jam pembelajaran, namun kegiatan itu menjadikan anak- anak bahagia. Yang tidak kalah penting, mereka merasa merdeka untuk belajar.

“Sering orang tua sudah ngomong dan menasihati anak, tetapi tidak didengarkan. Itu membuat capek hati dan fisik. Dengan suasana yang beda seperti ini saya merasakan lebih mudah berkomunikasi mendengarkan anak dan tahu permasalahan dalam pergaulan dengan teman- teman di sekolahnya. Di tengah keasyikan melukis, dapat diselingi dengan menggali permasalahan anak,” kata Kusmiyati, wali murid kelas II,Kusmiyati

Riwayati guru kelas IV menambahkan, kegiatan seperti itu merupakan salah satu bagian dari visi sekolah untuk membentuk generasi berkarakter dalam wadah Pendidikan Ramah Anak. Maka pembelajaran lebih mengedepankan hak tumbuh kembang anak.

“Berikan mereka ruang yang cukup untuk menjadi diri sendiri. Sesekali biarkan anak merasakan belajar di luar kelas dengan suasana beda,” katanya.

Para orang tua menganggap semakin bertambah usia anak merasa sudah tidak mampu lagi mengikuti perkembangannya dan menganngap anaknya sudah mampu. Padahal dia tetap anak yang butuh perhatian dan kasih sayang.

Saat anak kena masalah, ibaratnya tukang bersih maunya langsung disemprot karbol dan dipel padahal untuk hasil maksimal orang tua harus mengeluarkan dan membersihkan sampahnya. Di situlah manfaat sering menyempatkan waktu berdua secara intensif untuk menjadikan anak proaktif dengan hal-hal yang baik dengan sentuhan komunikasi mesra.

Di akhir kegiatan, pengurus paguyuban kelas IV, Riska mengatakan, kegiatan semacam itu baik jika dilakukan berkala untuk lebih mendekatkan orang tua dengan anak pada momen khusus. Ia berharap semua kelas nantinya memiliki program pembelajaran yang tidak monoton di dalam kelas sehingga terbangun gairah belajar dan inovasi pembelajaran.

Sri Yunanik
Kepala SDN Ngrayung, Plumpang, Tuban
ridhoyun@yahoo.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved