Breaking News:

Berita Surabaya

Bonek Galang Dana untuk Warga Blitar Terdampak Kericuhan Pasca Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020

Penggalangan dana ini diakomodir oleh masing-masing koordinator tribun serta disalurkan secara langsung kepada warga Blitar

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Ndaru Wijayanto
Bonek di tribun VIP membentangkan spanduk bertuliskan "Mohon Maaf Warga Blitar" saat laga pembuka Liga 1 2020 Persebaya vs Persik Kediri di Stadion GBT, Sabtu (29/2/2020) kemarin. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai perdana Liga 1 2020 Persebaya Surabaya vs Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (29/2/2020) lalu, ada aksi positif dari suporter tuan rumah.

Di antaranya ada bentuk permintaan maaf dari  suporter fanatik Persebaya, Bonek ke warga Blitar dengan membentangkan spanduk ukuran besar bertuliskan "Mohon Maaf Warga Blitar."

Seorang Bonek, Cak Tulus menyebut spanduk itu terkait dengan peristiwa kericuhan suporter yang terjadi saat Persebaya bertemu tim rival Arema FC, di semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.

Kendati status laga yang berlangsung di Blitar itu tanpa penonton, suporter kedua tim tetap datang hingga pecah dan menimbulkan kegaduhan di sekitar Stadion Supriadi.

"Benar, spanduk itu sejalan dengan kejadian di Blitar," kata Tulus kepada SURYA.co.id, Senin (2/2/2020).

Tapi bentuk tanggung jawab Bonek tidak cuma sebatas membentangkan spanduk saja. Cak Tulus menyebut Bonek juga menggelar aksi penggalangan dana.

Penggalangan dana ini diakomodir oleh masing-masing koordinator tribun serta disalurkan secara langsung kepada warga Blitar oleh perwakilan koordinator tribun, pada 27 Februari lalu.

Mereka bekerja sama dengan Bonek yang berada di Blitar untuk menyalurkan bantuan ke pihak yang merasa menjadi korban dari kerusuhan antar suporter pada 17 Februari lalu.

"Aksi galang dana itu sebagai bentuk rasa tanggung jawab karena kejadian di sana. Ada yang kita berikan untuk warga di sekitar stadion dan Bonek yang luka," jelasnya.

Ia juga menyebut mendapat respon positif dari warga setempat. Meski warga tidak melihat adanya aksi penjarahan seperti informasi yang tersebar di media sosial.

"Kita memberikan donasi bukan berarti di sana benar adanya penjarahan, karena saat kita ke sana dan setelah dilakukan kroscek, warga tidak melihat adanya penjarahan," kata Tulus.

"Selain itu, kita juga berikan bantuan kepada rekan-rekan Bonek yang mengalami luka setelah kejadian tersebut," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved