Berita Malang

Aplikasi KAI Access Permudah Pembelian Tiket Tanpa Antre

Mereka itu banyak yang gaptek, nggak tahu gimana cara pesan memakai aplikasi. Akhirnya banyak yang nggak dapat tempat duduk.

Aplikasi KAI Access Permudah Pembelian Tiket Tanpa Antre
surya/aminatus sofya
Seorang pengguna jasa angkutan Kereta Api (KA) di Stasiun Malang tengah mencetak tiket di mesin check in. 

SURYA.CO.ID l MALANG– Zaman semakin canggih. Apapun bisa diakses lewat aplikasi, sehingga masyarakat kian mudah mendapatkan layanan termasuk tiket Kereta Api (KA) lokal atau Nasional. Namun bagi sebagian masyarakat yang masih gagap teknologi (Gaptek) bisa minta tolong pada anak atau saudara untuk memesan tiket sesuai tujuan.

Imam Wahyudi datang ke Stasiun Malang, Selasa (18/2) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Dia bermaksud memesan dua lembar tiket Kereta Api (KA) Penataran jurusan Surabaya - Blitar untuk keberangkatan, Minggu (23/2).

Namun, niat Imam ditolak oleh petugas loket. Pria 50 tahun itu diberitahu bahwa pemesanan tiket KA lokal hanya bisa dilakukan via aplikasi KAI Access. “Kalau beli di loket bisa tapi harus hari itu juga (go show). Sementara saya masih hari Minggu,” kata Imam.

Imam tergolong gagap teknologi alias gaptek. Dia juga mengaku tidak tahu bahwa pemesanan tiket KA lokal harus menggunakan aplikasi, “Padahal dulu masih bisa. Mungkin sudah berubah,” ucapnya.

Seorang pengguna KA lokal lain, Zilfani Fuadiyah, juga mempunyai keluhan yang sama. Meski tergolong orang yang paham teknologi, Zilfa tidak sepakat apabila pemesanan tiket KA lokal hanya boleh menggunakan aplikasi. “Saya sering naik KA lokal dan penggunanya banyak yang ibu-ibu dan lansia. Mereka itu banyak yang gaptek, nggak tahu gimana cara pesan memakai aplikasi. Akhirnya banyak yang nggak dapat tempat duduk. Kan kasihan,” ujar Zilfani.

KA lokal memang menyediakan dua jenis tiket. Apabila tiket duduk telah terjual, maka yang tersisa adalah karcis berdiri. Sebagai seseorang yang mengerti teknologi, Zilfani memang mengaku terbantu dengan aplikasi KAI Access. Namun Zilfani menyarankan agar pemesanan tiket KA lokal tetap bisa dilakukan secara manual. 

“Kalau bisa tetap kayak dulu saja. Bisa pesan lewat loket dan aplikasi. Jadi yang di loket nggak cuma go show saja,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Stasiun Malang, Ahmad Ghozuli, aturan pemesanan tiket KA lokal hanya bisa menggunakan aplikasi adalah upaya PT KAI mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, PT KAI, ingin mempermudah pengguna angkutan KA untuk membeli tiket tanpa antre.

“Zaman sudah semakin maju. Apabila kami jalan di tempat, akan jelek pelayanan kami,” ucapnya.

Apabila kesulitan membeli tiket karena gaptek, Ghozuli menyarankan agar masyarakat meminta bantuan kepada sanak atau saudara sekitar. Proses pemesanan, juga sangat mudah. “Bisa minta tolong ke anaknya atau saudara yang lain,” imbuhnya.

PT KAI, lanjut Ghozuli, juga menyediakan gerbong khusus perempuan hamil dan lansia yang kebagian tiket berdiri. Gerbong khusus itu, dapat dimanfaatkan oleh para lansia dan perempuan hamil yang tidak kebagian tempat duduk. “Pelanggan, tidak perlu khawatir. Pelayanan yang kami utamakan,” pungkasnya.

PT KAI memberlakukan aturan pemesanan tiket KA lokal hanya melalui aplikasi KAI Access per 1 September 2019. Reservasi KA lokal melakui KAI Access hanya bisa dilakukan H-7 hingga lima menit sebelum keberangkatan. Satu akun KAI Access, hanya boleh memesan satu tiket. Aturan ini tidak hanya berlaku di Malang tetapi juga secara Nasional. (aminatus sofya)

Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved