Breaking News:

Berita Tuban

BBPJN VIII Surabaya mulai Perbaiki Jalan Pantura Tuban yang Rusak setelah Banyak Dikeluhkan Netizen 

Tim Sapu Lobang (Salob) PPK 4.5 Tuban-Babat-Lamongan-Gresik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya mulai perbaiki jalan rusak.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Parmin
surya.co.id/m sudarsono
Jalan berlubang di Pantura Tuban mulai ditambal, Sabtu (29/2/2020) 

SURYA.co.id | TUBAN - Jalan Pantura Tuban yang rusak parah berlubang dan menggunduk mulai mendapat perhatian dari pemerintah.

Tim Sapu Lobang (Salob) PPK 4.5 Tuban-Babat-Lamongan-Gresik  Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya, mulai melakukan perbaikan jalan berlubang di beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Tuban.

Pengawas Lapangan Tim Salob PPK 4.5 BBPJN VIII Surabaya, Kristedy mengatakan, perbaikan jalan ini untuk menindaklanjuti laporan Bupati Tuban yang sudah lama diajukan kepada BBPJN VIII Surabaya terkait adanya jalan berlubang.

Perbaikan jalan dengan menambal lubang ini sekaligus menjawab keluhan dari masyarakat. Sebab jalan nasional menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, dana yang digunakan untuk perbaikan juga berasal dari APBN.

"Jalan Pantura kewenangan pemerintah pusat, ini menindaklanjuti laporan Bupati. Kita kerjakan Sabtu kemarin," terangnya, Minggu (1/3/2020).

Dijelaskannya, perbaikan jalan ini dilakukan pada lokasi yang menjadi kewenangan PPK 4.5 BBPJN VIII Surabaya, yaitu menyisir Jalan Teuku Umar, Gajah Mada, perempatan Kapur, Tuban hingga ruas Jalan Surabaya-Semarang di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, yang merupakan jalan nasional.

Untuk perbaikan jalan menggunakan material aspal asbuton acwc sebanyak 10 ton. Jika masih terdapat sisa material akan digunakan memperbaiki jalan berlubang hingga ke wilayah perbatasan Widang-Babat.

“Material yang dibawa untuk memperbaiki jalan yang berlubang sebanyak mungkin, kita usahakan jalan berlubang secepatnya bisa teratasi," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, kondisi jalur pantura Tuban ke barat belum tersentuh perbaikan penambalan. 

Mulai dari Desa Sugihwaras hingga alas Jati Peteng Kecamatan Jenu, masih banyak ditemui jalan berlubang yang tak terhitung, yang bisa membahayakan penggunaan jalan baik roda dua maupun roda empat atau lebih.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved