Banjir Bawa Celurit

Terjang Genangan Air di Jalan, Lelaki Ini Acungkan Celurit ke Polisi

Petugas bersama warga mengejar pelaku. Baru berjalan 15 meter, motor Yamaha Vixion AG 3606 XZ yang dikendarai kedua pria itu mogok di tengah-

Surya/Willy Abraham
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo yang terkenal ramah saat menyapa pengguna jalan yang terjebak banjir di Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Sabtu (29/2). 

SURYA.CO.ID l GRESIK-Polisi mengamankan seorang pengendara motor yang nekat menerjang banjir sembari mengacungkan celurit, Sabtu (29/2). Petugas yang tengah mengatur arus lalu lintas yang merendam Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik langsung menangkapnya.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, mengatakan saat itu petugas mengatur lalu lintas di tengah banjir. Mereka boncengan naik motor Yamaha Vixion dengan kecepatan tinggi sembari mengacungkan celurit. Sontak, pengguna jalan minggir karena ketakutan. Di lokasi itu, kondisi ketinggian air sekitar 30 cm yang merendam sepanjang 400 meter Jalan Raya Morowudi.

“Anggota dari Polsek Cerme berusaha menghentikan kedua laki-laki tapi terus tancap gas,” terangnya.

Justru celurit itu diacung-acungkan ke petugas. Masyarakat yang melihat juga ikut menegur tapi tak digubris. Akhirnya petugas bersama warga mengejar pelaku. Baru berjalan 15 meter, motor Yamaha Vixion AG 3606 XZ yang dikendarai kedua pria itu mogok di tengah-tengah banjir.

“Mereka langsung diamankan petugas bersama warga. Celurit yang diacung-acungkan langsung disita,” tandas AKBP Kusworo.

Pelaku yang kini diamankan adalah De Febriansyah Darce Romadon (25) dan Ari Wibowo (33), keduanya warga Dusun Tanggulrejo, Desa Bale Turi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. "Hal ini melawan petugas, pasal yang disangkakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 212 KUHP," ucapnya.
Setelah diinterogasi, tersangka merupakan residivis sebagai pengedar pil koplo.

Sementara itu, sudah empat hari Kabupaten Gresik terendam banjir luapan Sungai Kali Lamong. Ratusan rumah terendam. Saat ini banjir masih berada di Kecamatan Cerme. Menurut data Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, banjir melanda sedikitnya tujuh desa di kecamatan Cerme. 

Paling parah di Desa Guranganyar. Ada 270 rumah tergenang air setinggi 80 cm. Kemudian di perumahan Cerme Prismaland ketinggian air mencapai 130 cm.

Di Desa Morowudi, ada 250 rumah terendam banjir. Ketinggian air mulai berangsur surut hanya 15 cm. Sedangkan jalan Raya Morowudi masih terendam banjir 20 cm.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo ikut memantau debit air di sepanjang Jalan Morowudi Kecamatan Cerme. Jalan alternatif penghubung Gresik menuju Lamongan maupun Mojokerto itu terendam banjir sejak Kamis (27/2) lalu.

Alumnus Akpol 2000 itu juga menyapa para pengguna jalan baik roda dua maupun lebih agar lebih waspada. Mengingat genangan air menutup lubang jalan di sepanjang jalan. "Tujuan saya datang ke lokasi banjir untuk memastikan anggota kepolisian betul-betul tetap memantau wilayahnya dan betul-betul ada di tengah masyarakat sehingga seandainya masyarakat membutuhkan Polri, TNI dan BPBD, Insya Allah kami mudah ditemui oleh masyarakat dan segera memberi bantuan," ujarnya.

Kapolres juga menyapa dan meminta agar warga tidak ragu untuk mengungsi ke Posko jika ketinggian air terus meninggi. "Jika ketinggian air terus meningkat warga diharapkan langsung ke Posko saja," jelasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved