VIRAL VIDEO Tawuran Pelajar SD Bawa Celurit & Gir Menyebar di WhatsApp, Sebelumnya Juga di Surabaya

Sebuah video viral pelajar SD tawuran menggunakan celurit, gir, pengagaris besi, dan kayu balok tersebar di grup WhatsApp.

Kolase Tangkapan layar
Tangkapan layar viral video pelajar SD tawuran bawa selurit dan gir menyebar di WhatsApp, Sebelumnya juga pernha terjadi di Kota Surabaya. 

''Pada saat mengantar dan menjemput, orangtua harus menandatangani kehadiran,'' jelas dia.

Sementara Kepala SDN 1 Puwasari Yus Winarya mengungkapkan peristiwa tawuran pelajar SD ini sangat memprihatinkan.

Terlebih lagi, dia mengakui sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala SDN 2 Nyangkowek.

Yus menuturkan anak yang terlibat tawuran diberikan sanksi berupa pembinaan dalam rangkaian Penguatan Pendidikan Karakter.

Ada perjanjian dengan ortu siswa yang terlibat tawuran, juga termasuk perjanjian dengan para orangtua siswa yang terlibat tawuran.

''Orangtua siswa harus antarjemput.

Guru juga mempunya buku kecil sebagai catatan dan anak-anak diberikan pekerjaan rumah setiap harinya,'' tutur dia.

''Misalnya hari ini anak disuruh menulis surat pendek dari Al Quran sekitar dua lembar, besoknya dirubah dengan menulis maknanya,'' sambung Yus.

Sehingga, lanjut Yus, sanksi pembinaan bagi para siswa yang terlibat tawuran ada sisi edukatif.

''Satu pemahaman tentang Al Quran, kedua menulis secara huruf Arab dan menulis bersambung,'' kata Yus. 

Walikota Risma perintahkan Razia HP

ILUSTRASI. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui di salah satu agendanya, Selasa (18/2/2020).
ILUSTRASI. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui di salah satu agendanya, Selasa (18/2/2020). (SURYA.co.id/Yusron Naufal Putra)

Kasus pelajar tawuran juga pernah terjadi di Kota Surabaya.

Dalam rangka mencegah tawuran dan konten negatif, Pemkot Kota Surabaya terus menggencarkan razia ponsel siswa di berbagai sekolah. 

Operasi ini telah dimulai sejak Kamis (6/2/2020) lalu dan melibatkan banyak OPD Pemkot Surabaya, di antaranya Dinas Pendidikan, Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) serta Dinas Pengendalian Pendudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya.

Kepala Seksi Peserta Didik Sekolah Menengah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Heri Setiawan mengatakan target yang ingin dicapai adalah pencegahan konten negatif seperti pornografi.

“Foto-foto kekerasan dan indikasi adanya tawuran,” kata Heri, Selasa (11/2/2020).

Heri mengungkapkan, sepanjang razia yang dilakukan hingga saat ini, memang ditemukan beberapa HP pelajar yang berisi konten negatif.

Sedangkan konten yang berindikasi mengarah pada kekerasan ataupun tawuran belum ditemukan dalam razia tersebut.

Menurut Heri, saat ditemukan adanya konten negatif di gawai milik pelajar, maka akan diberi pembinaan khusus serta memanggil orang tua pelajar.

Dalam sehari, setidaknya ada empat sekolah yang disasar. Secara bertahap akan dilakukan seluruh sekolah di Surabaya, baik negeri maupun swasta.

"Kita lakukan sampai pertengahan Maret," ungkap Heri.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan razia HP pelajar itu merupakan perintah dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sebab, saat ini, Pemkot Surabaya tengah getol melakukan antisipasi maraknya gangster di Surabaya.

"Memerintahkan kepada kami, bersama beberapa OPD untuk melakukan razia, sweeping HP," ujar Irvan beberapa waktu lalu.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved