Berita Sumenep

Polres Sumenep Gerebek Gudang Beras Oplosan, Penyelidikan Dilakukan Berbulan-Bulan

Polres Sumenep telah menggerebek gudang produksi UD Yudha Tama ART yang diduga jadi tempat pembuatan beras oplosan

Ali Hafidz Syahbana/TribunMadura.com
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, sedang mengecek di lokasi gudang yang diduga menjadi tempat pembuatan beras oplosan. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Polres Sumenep telah menggerebek gudang produksi UD Yudha Tama ART di Jalan Merpati, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota. Di gudang tersebut, diduga menjadi tempat pembuatan beras oplosan.

Kasus beras oplosan dari berbagai macam merek beras gudang suplier ini terungkap pada hari Rabu (26/02/2020) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan.

"Kami berhasil melakukan pengungkapan adanya pengoplosan beras, ataupun beras campuran yang dicampur dari beras Bulog dengan beras masyarakat untuk menjadi beras yang kualitasnya lebih ekonomis," kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Jumat (28/2/2020).

Polres Sumenep Ungkap Kasus Dugaan Beras Oplosan, Beras Berbagai Merek Dicampur Beras BPNT

Pihaknya sebelumnya sudah melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang yang ada di gudang tersebut dan memeriksa sampel beras yang diduga dari Bulog itu.

Pantauan di lokasi, gudang berada di sebelah utara Jalan Merpati dan lokasi gudang sudah diberi garis polisi.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Oscar Stefanus Setjo saat berada di lokasi mengatakan, beras yang dioplos perbandingannya 4:1.

"Perbandingannya beras bulog 4 liter dan beras lain 1 liter," kata Oscar di lokasi.

Oscar menyatakan pihaknya sudah menyita satu truk beras dengan muatan 10 ton.

"Kami sudah memeriksa para pekerja yang ada di gudang dan hingga pemilik dari gudang tersebut," ungkapnya.

Disita 1 unit truk bernomor polisi M 8267 UV warna kuning berisi sekitar 10 ton beras yang isinya sudah hasil packaging.

Beras yang diamankan mereknya tertulis Ikan Lele Super dengan kemasan 5 Kg sebanyak 2.000 karung, beras merek Bulog kemasan 50 Kg sebanyak 105 karung.

"Selain itu juga beras tanpa merek (beras petani) kemasan 50 Kg sebanyak 22 karung," ungkapnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved