Pilwali Surabaya 2020

Sholeh Siap Jawab Tudingan Data Ganda Hingga Dukungan Kurang: Kalau Bisa, Kami Ajak 100 Pengacara

Sholeh menglaim telah menyerahkan sekitar 193 ribu dukungan KTP. Namun, dari jumlah tersebut, KPU hanya menerima sekitar 140 ribu.

Sholeh Siap Jawab Tudingan Data Ganda Hingga Dukungan Kurang: Kalau Bisa, Kami Ajak 100 Pengacara
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Bakal Calon Walikota Surabaya, M Sholeh saat mendatangi Bawaslu Surabaya, Kamis (27/2/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bakal Calon Walikota Surabaya, M Sholeh menegaskan untuk totalitas dalam pencalonan di pilkada serentak. Setelah dinyatakan tak lolos verifikasi dukungan di KPU, bakal calon dari unsur perorangan (independen) ini akan berjuang melalui Bawaslu.

Saat ditemui wartawan di Bawaslu Surabaya, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menjawab satu persatu tudingan KPU soal penolakan pencalonannya. Pertama, soal data kurang.

Sholeh menglaim telah menyerahkan sekitar 193 ribu dukungan KTP. Namun, dari jumlah tersebut, KPU hanya menerima sekitar 140 ribu.

Jumlah tersebut semakin berkurang karena hanya sekitar 96 ribu yang diunggah ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (silon) olehnya. Pun dari data silon, hanya 86 ribu dukungan yang akhirnya diterima KPU.

"Kami menyayangkan hal ini. Bagaimana mungkin, data kami dikurangi, padahal data itu kan wujudnya ada," klaim Sholeh saat ditemui di Surabaya (Kamis, 27/2/2020).

Kedua, pihaknya juga menjawab isu soal data ganda. KPU, berdasarkan penjelasan Sholeh, menyebut ada 40 ribu data ganda dalam dukungan kepadanya.

"Saya tegaskan, bahwa kesalahan itu bukan pada saya. Namun, ada pada sistem KPU sendiri. Saya akan jelaskan di Bawaslu nanti kalau silon itu sebenarnya tidak aman," sebutnya.

Untuk mengawal permasalahan ini, pihaknya berkelakar akan mengajak pengacara dengan jumlah besar. "Kami akan mengajak banyak pengacara. Saya kan juga pengacara, dadi pengacara e kudu akeh. Kalau yang sekarang yang datang hanya tiga, kedepan kalau bisa ada 100 pengacara," ujarnya.

Ini menjadi bentuk komitmen mengawal suara pendukungnya yang telah menyerahkan KTP. "Aku wis kadung teles, jadi harus dituntaskan. Kalau saya nggak memasukkan (ke dalam silon), artinya aku nggak serius. Tapi, ini ada 96 ribu dukungan yang memberikan KTP nya kepada kami," tegasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved