Breaking News:

Berita Trenggalek

Saat Ratusan Warga Trenggalek Ikuti Sidang Isbat Pernikahan di Acara Bupati Ngunduh Mantu

Mereka yang ikut mayoritas adalah pasangan suami-istri di Kabupaten Trenggalek yang sudah puluhan tahun menikah siri.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Pasangan yang mengikuti sidang isbat pernikahan di Aula Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (27/2/2020). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Ratusan pasangan di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek mengikuti sidang isbat pernikahan yang digelar di Aula Kecamatan pada Rabu (26/2/2020) dan Kamis (27/2/2020).

Mereka yang ikut mayoritas adalah pasangan suami-istri yang sudah puluhan tahun menikah siri.

Dengan mengikuti sidang isbat, pernikahan mereka dianggap sah oleh negara.

Keluarga itu pun bisa mendapat layanan administrasi seperti aturan yang berlaku.

Sidang isbat tersebut merupakan bentuk kegiatan Bupati Ngunduh Mantu.

Para pasangan yang hadir tampak sumringah.

Yatmini, salah satu peserta, terlihat bahagia saat mengikuti sidang isbat itu.

Ia dan suaminya menikah secara siri sejak 1981.

Hingga lebih dari 20 tahun, pernikahannya baru diakui oleh negara.

"Alhamdulillah senang. Semoga semuanya lancar," kata Yatimi, yang usianya di atas 50 tahun itu.

Peserta lain, Subeki, mengatakan, sidang isbat masal itu mempermudah warga.

Ia jadi tak repot mengurus pengesahan pernikahannya selama ini.

"Senang bisa disahkan," kata pria 65 tahun, asal Desa Pringapus itu.

Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Trenggalek Nur Chozin menjelaskan, ada 260 pasangan yang ikut dalam sidang isbat dua hari ini.

"Kemarin 115, sisanya hari ini," kata Chozin.

Sebelum ini, sidang isbat serupa juga sudah berlangsung di Kabupaten Trenggalek.

Pada 2018, Pengadilan Agama mengesahkan 50 pasangan dalam program yang digagas pemkab itu.

Selain itu, ada 128 peserta pada sidang isbat tahun 2019.

Di Kecamatan Dongko, banyak warga yang pernikahannya tak tercatat secara resmi.

Paling banyak pada rentang pernikahan tahun 1970-an hingga 1980-an.

"Ke depan, kami harapkan program ini masih akan tetus berlanjut. Ini bentuk bantuan yang bagus bagi masyarkat," ungkap dia.

Pada Kamis (27/2/2020), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini datang ke lokasi sidang isbat.

Ia bertemu dengan beberapa pasangan dan berbincang dengan mereka.

Novita mengaku senang melihat warga Trenggalek yang sudah nikah puluhan tahun bisa menerima buku nikah secara langsung.

"Dengan adanya status pernikahan yang sah -- jika ada bantuan -- keluarga mereka bisa langsung dapat karena sudah tercatat," kata Novita.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved