Ibu di Sidoarjo Ditemukan Tewas

Pria Sadis Pembunuh Mertua di Sidoarjo Juga Dijerat Pasal Pencurian dengan Kekerasan

Setelah menghabisi nyawa ibu mertuanya, Totok mengambil sejumlah gelang emas, cincin, ponsel dan ATM milik korban.

SURYA.co.id/M Taufik
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji menunjukkan sejumlah perhiasan korban yang sempat diambil oleh Totok Dwi Prasetyo, pelaku pembunuhan terhadap ibu mertuanya sendiri, Siti Fadilah. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Totok Dwi Prasetyo, pelaku pembunuhan terhadap Siti Fadilah, mertuanya sendiri, sepertinya bakal lama mendekam di dalam penjara.

Ini karena penyidik menjerat pria 25 tahun yang tinggal di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo tersebut dengan pasal berlapis.

Pasal utama yang dikenakan adalah 338 KUHP tentang pembunuhan. Selain itu bapak satu anak tersebut juga dijerat pasal 356 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

"Alasannya karena pelaku mengambil sejumlah perhiasan dan barang berharga milik korban," kata Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Rochmawati Laila.

Ya, setelah menghabisi nyawa ibu mertuanya, Totok mengambil sejumlah gelang emas, cincin, ponsel dan ATM milik korban. Tapi belum sempat dinikmati, dia sudah keburu ditangkap polisi.

Ditanya tentang kemungkinan memakai pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, disebut dia kurang pas.

"Pasal 338 dan 365 KUHP itu yang sementara ini menurut kami paling pas. Pelaku menghabisi korban dan mengambil barang-barang berharganya," tandasnya.

Pembunuhan itu sendiri terjadi di rumah korban di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (26/2/22020) siang kemarin, dengan sangat sadis dan keji.

Totok Mengaku Menyesal Membunuh Ibu Mertuanya Secara Sadis, Tapi Ekspresinya Kok Seperti Ini?

Totok mencekik dan membanting ibu mertuanya hingga jatuh ke lantai, kemudian memukul kepalanya menggunakan keramik miniatur kapal.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menyeret tubuh korban ke dapur. Di sana kepalanya dikepruk menggunakan tabung gas elpiji 3 kg, kemudian berulang kali menusukkan gunting ke dada dan kemaluan korban.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved