Citizen Reporter

Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Universitas Jember Berbagi Tips

Ada banyak pelatihan penulisan hasil penelitian di jurnal internasional yang berbayar dan tidak murah. FIB Universitas Jember berbagi rahasia, gratis.

Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Universitas Jember Berbagi Tips
citizen reporter/Novi Anoegrajekti
Para dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember berbagi rahasia menulis untuk jurnal internasional bereputasi. 

Rahasia menembus jurnal internasional bereputasi dibuka di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (Unej). Rahasia itu dibuka ketika focus group discussion (FGD) di Unej, Kamis (20/2/2020) di .

Mengingat publikasi internasional masih menjadi persyaratan luaran riset, kenaikan jabatan akademik, dan ujian doktor, FIB Unej memfasilitasi para dosen dengan mengadakan FGD.

Persepsi terhadap keharusan publikasi di jurnal internasional disikapi positif. Dunia ilmu perlu ditempatkan sebagai bidang yang memiliki karakter jujur, terbuka, demokratis, dan universal.

Karakter terakhir, yaitu universal mengandung ajakan untuk memublikasi pada tingkat internasional. Itu juga memberi peluang masyarakat internasional mengakses temuan-temuan baru dari ilmuwan-ilmuwan Indonesia.

Scopus adalah lembaga pengindeks yang memiliki persyaratan standar dan kriteria tertentu. Standar dan kriteria itu menjadi salah satu rujukan kualitas jurnal.

Dengan adanya standar dan kriteria itu, cukup beralasan jika pemerintah menetapkan publikasi pada jurnal terindeks Scopus menjadi salah satu persyaratan luaran riset dan kenaikan jabatan akademik.

FGD bertema Berbagi Pengalaman: Menembus Jurnal Internasional Terindeks Scopus itu menghadirkan dua dosen Unej, Agus Trihartono dari FISIP dan Reni Kusumaningputri dari FIB.

“Upaya menarik perhatian reviewer mulai dari judul. Oleh karena itu, judul dirancang dengan cermat agar menarik perhatian reviewer. Judul artikel menjadi hal yang sangat signifikan. Jika dicermati, judul memiliki tingkat kepentingan yang dominan, karena akan dibaca 100 persen. Itu berbeda dengan abstrak yang akan dibaca 40 persen oleh pembaca,” kata Agus.

Ia menambahkan, introduksi hanya akan dibaca 20 persen pembaca dan konklusi dibaca 4 persen pembaca. Penulis jurnal hanya perlu mengalahkan tiga orang dalam menulis, yakni satu orang editor in chief dan dua reviewer. Hanya tiga orang itu yang penting, bukan publik pembaca.

Kecermatan dan kemampuan menciptakan judul dan ide cemerlang yang disajikan secara menarik, mewajibkan penulis membaca artikel-artikel yang dipublikasi pada jurnal yang dituju.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved