Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Menembus Jurnal Internasional Bereputasi, Universitas Jember Berbagi Tips

Ada banyak pelatihan penulisan hasil penelitian di jurnal internasional yang berbayar dan tidak murah. FIB Universitas Jember berbagi rahasia, gratis.

Tayang:
Editor: Endah Imawati
citizen reporter/Novi Anoegrajekti
Para dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember berbagi rahasia menulis untuk jurnal internasional bereputasi. 

Rahasia menembus jurnal internasional bereputasi dibuka di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (Unej). Rahasia itu dibuka ketika focus group discussion (FGD) di Unej, Kamis (20/2/2020) di .

Mengingat publikasi internasional masih menjadi persyaratan luaran riset, kenaikan jabatan akademik, dan ujian doktor, FIB Unej memfasilitasi para dosen dengan mengadakan FGD.

Persepsi terhadap keharusan publikasi di jurnal internasional disikapi positif. Dunia ilmu perlu ditempatkan sebagai bidang yang memiliki karakter jujur, terbuka, demokratis, dan universal.

Karakter terakhir, yaitu universal mengandung ajakan untuk memublikasi pada tingkat internasional. Itu juga memberi peluang masyarakat internasional mengakses temuan-temuan baru dari ilmuwan-ilmuwan Indonesia.

Scopus adalah lembaga pengindeks yang memiliki persyaratan standar dan kriteria tertentu. Standar dan kriteria itu menjadi salah satu rujukan kualitas jurnal.

Dengan adanya standar dan kriteria itu, cukup beralasan jika pemerintah menetapkan publikasi pada jurnal terindeks Scopus menjadi salah satu persyaratan luaran riset dan kenaikan jabatan akademik.

FGD bertema Berbagi Pengalaman: Menembus Jurnal Internasional Terindeks Scopus itu menghadirkan dua dosen Unej, Agus Trihartono dari FISIP dan Reni Kusumaningputri dari FIB.

“Upaya menarik perhatian reviewer mulai dari judul. Oleh karena itu, judul dirancang dengan cermat agar menarik perhatian reviewer. Judul artikel menjadi hal yang sangat signifikan. Jika dicermati, judul memiliki tingkat kepentingan yang dominan, karena akan dibaca 100 persen. Itu berbeda dengan abstrak yang akan dibaca 40 persen oleh pembaca,” kata Agus.

Ia menambahkan, introduksi hanya akan dibaca 20 persen pembaca dan konklusi dibaca 4 persen pembaca. Penulis jurnal hanya perlu mengalahkan tiga orang dalam menulis, yakni satu orang editor in chief dan dua reviewer. Hanya tiga orang itu yang penting, bukan publik pembaca.

Kecermatan dan kemampuan menciptakan judul dan ide cemerlang yang disajikan secara menarik, mewajibkan penulis membaca artikel-artikel yang dipublikasi pada jurnal yang dituju.

Reject reviewer jangan menjadikan putus asa dan patah semangat bila menghendaki artikel publish pada jurnal internasional. Reni mengalami reject reviewer hingga 25 kali yang menjadikannya tertantang untuk terus berjuang dan menaklukkan ketegaran dan idealisme reviewer.

Saat ini ia telah menikmati buah perjuangannya, memiliki publikasi di jurnal internasional Q1 dan Q2 dan sudah menikmati sitasinya. Demikian jugaAgus yang publikasi internasionalnya juga sudah disitasi secara internasional.

Kegiatan itu menjadi rangkaian dari FGD sebelumnya bertema PenguatanTeori dan Metodologi Linguistik Terapan dan Penguatan Teori dan Metodologi Ilmu Sastra dan Budaya.

Dengan demikian rangkaian kegiatan FGD itu sebagai upaya peningkatan kualitas produk ilmiah mahasiswa dan produk ilmiah dosen dalam bentuk artikel yang dipublikasi di jurnal internasional.

Fenomena di atas menunjukkan dua kecenderungan, yaitu menempatkan publikasi internasional sebagai representasi idealisme keilmuwanan dan sebagai representasi ideologi pragmatisme.

Peningkatan jumlah dan kualitas karya ilmiah yang dipublikasi pada jurnal internasional sekaligus sebagai perwujudan semangat dan hakikat perguruan tinggi sebagai produsen ilmu. Sebagaimana dunia ilmu yang terbuka, publikasi internasional juga merupakan ruang yang terbuka. Siapa pun dapat memanfaatkan ruang publikasi itu.

Novi Anoegrajekti
FIB Universitas Jember
novianoegrajekti.sastra@unej.ac.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved