KRONOLOGI Driver Ojek Online (Ojol) dan Security Mal Baku Pukul, Videonya Viral di FB & Instagram

Terungkap kronologi sebenarnya driver ojek online (ojol) dan security alias satpam mal di Kota Medan terlibat baku pukul.

Instagram
Driver Ojek Online (Ojol) dan Security Mal Baku Pukul, Videonya Viral di FB & Instagram 

Pemilik akun @yogaprasetiya.14 menulis komentar, "maen kalisecuritynya maen hantam aja wkwk."

Pemilik akun @rrizaldi27 menulis komentar, "Gk diajari greating kali tuh security waktu test masuk."

Pemilik akun @_baharuddinyusuf menulis komentar, "Lo pukul gue sekali, kena kekuatan 10 tangan kan lo."

Pemilik akun @rajalubis_medan menulis komentar, "Security kau itu masih babu orang . Bekerja sama org . Masih makan gaji .. jgn sok keras dan sok anggar diri ... Sama2 cari nafkah kalian ... Salah menghargai dan memaklumi." 

Pemilik akun @irwanazzaa menulis komentar, "jangan keroyokan lah, by one kan, sisanya nonton, biar jantan bos, kalo keroyokan main2 anak stm itu." 

Pemilik akun @deni12ismail menulis komentar, "Cegat aja pas pulang,ajak makan mie aceh bareng."(*)

Driver Ojol Diusir Satpam saat Mau Dilantik Jadi Anggota DPRD

Sosok driver Ojek Online (Ojol) ini berhasil terpilih menjadi Anggota DPRD Medan. 

Dialah Erwin Siahaan jadi anggota anggota DPRD Medanterpilih 2019-2024.

Ia dilantik bersama 49 anggota DORD Medan pada 16 September 2019.

Kepada wartawan Tribun Medan (grup Surya.co.id), Erwin Siahaan membagikan kisah pelantikan dirinya.

Anggota DPRD tersebut mendapatkan perlakuan tak mengenakkan saat datang ke kantornya.

Dirinya sempat diusir oleh security atau satpam.

Ia menceritakan datang ke gedung dewan pukul 08.55 WIB dengan menggunakan atribut ojol.

"Saya pakai jaket dan helm Grab," ucap Erwin Siahaan.

Saat menggunakan helm ojol beberapa satpam di DPRD Medan tak mengenal dirinya.

Erwin Siahaan diusir.

"Bang jangan berhenti di situ, geser, nanti macet," kata Erwin Siahaan menirukan ucapan oknum satpam DPRD Medan.

"Sayang momen ini tak dilihat wartawan," sambungnya.

Setelah itu, Erwin Siahaan mengganti seragam ojol dengan setelan jas.

Ia berdiri di gerbang DPRD Medan dan menunggu kedatangan istri dan kedua anaknya yang datang menggunakan becak motor (betor).

"Istri dan anak saya datang naik betor.

Saya ikut naik dari gerbang ke pintu masuk gedung DPRD," cerita Erwin Siahaan.

Erwin Siahaan tidak memungkiri jika ia masih aktif sebagai tukang ojek.

"Akun saya masih aktif. Bisalah sebulan sekali coba untuk turun ke masyarakat. Nge-prank nge-prank " katanya usai sumpah janji jabatan di Gedung DPRD Kota Medan.

Ditanya persoalan ojek online yang harus diselesaikan, Erwin menjawab tidak bisa sepenuhnya dicampuri.

"Saya pernah datang, mereka diatur dalam Permenhub.

Kalau masalah sistem, mereka tidak bisa diintervensi meskipun ada otonomi daerah," katanya.

Semuanya, katanya, kembali ke perusahaan tempat mereka bernaung.

"Mereka bilang ini mitra. Kerja ya kerja. Enggak ya enggak.

Kalau dari teman-teman sesama pengendara, mereka minta difasilitasi seperti parkiran. Kalau masalah harga saya tidak bisa intervensi," katanya.

"Juga mengenai sistem pemutusan kemitraan. Semua ada sistem yang mengatur," ujarnya.

Setiap ada putusan mitra, pasti ada penyebab yang fatal.

Hal itu di luar wewenangnya selain kepentingan yang lebih umum misalnya penyediaan shelter bagi ojek online yang dibicarakannya. (*)

Artikel ini sebelumnya tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Sekuriti Mal di Medan Pukul Driver Ojol, Ini Duduk Perkaranya",

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved