Jemaah Umrah Terlantar di Bandara Juanda

Arab Saudi Batalkan Umrah, Kemenag Kabupaten Mojokerto Sebut Warga dan Biro Travel Kena Dampaknya

Arab Saudi yang menghentikan sementara perjalanan umrah secara mendadak sangat berdampak terhadap ratusan jemaah umrah di Kabupaten Mojokerto

mohammad romadoni/surya
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, saat memberikan keterangan soal kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menghentikan sementara perjalanan Umrah secara mendadak 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang menghentikan sementara perjalanan umrah secara mendadak sangat berdampak terhadap ratusan jemaah umrah di Kabupaten Mojokerto. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menerima laporan dari peyelenggara umrah bahwasanya pengelola biro tour tidak bisa memberangkatkan jemaah umrah ke Tanah Suci karena kebijakan Arab Saudi tersebut.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, menjelaskan Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan penghentian sementara umrah secara mendadak sesuai rilis yang diterima Kemenag Kabupaten Mojokerto melalui Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi, pada pukul 02.00 dini hari waktu Arab Saudi atau pukul 06.00 WIB.

"Pasti berdampak kegalauan terutama penyelenggara perjalanan atau travel umrah itu sekarang ini belum pasti bagaimana kelanjutan jemaah umrah yang terkendala adanya kebijakan penghentian umrah sementara oleh Arab Saudi," kata Mukti saat dikonfirmasi Surya, Kamis (27/2/2020).

Ia mengatakan sekarang menjadi persoalan bagaimana nasib jemaah umrah yang sudah mengantongi terbit visa maupun tiket perjalanan ke Tanah Suci.

"Yang menjadi permasalahan tersendiri bagaimana nanti kelanjutan terhadap jemaah umrah yang sudah terjadwal dalam minggu ini bahkan satu bulan ke depan, karena sampai saat ini belum ada kepastian menyangkut hal tersebut," ungkapnya.

Terpenting, lanjut Mukti Ali, pihak penyelenggara perjalanan umrah di Kabupaten Mojokerto sebisa mungkin memberi pengertian jemaah umrah harus menerima karena ini bukan kebijakan pemerintah Indonesia.

"Ini adalah kebijakan tuan rumah, jadi kita sebagai tamu ya pasrah menerimanya," jelasnya.

Ditambahkannya, ada dua biro travel penyelenggara ibadah umrah di Kabupaten Mojokerto yang sudah berkoordinasi dengan Kemenag terkait dampak kebijakan Arab Saudi ini.

Kedua biro tour yang memberangkatkan jemaah umrah yakni dari PT An Namiroh Travelindo dan Biro Travel Laa Roiba.

Dipastikan rombongan jemaah umrah tersebut batal berangkat karena dampak kebijakan ini.

"Dari biro tour itu sedianya besok akan  memberangkatkan memberangkatkan jemaah umrah tapi terkendala kebijakan ini kerena itu kami sudah sarankan agar pihak penyelenggara untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada jemaah supaya visa menerimanya," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved