Sambang Kampung

Warga Ketabang Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan Nila dan Patin

warga RT 4 RW 7 Kelurahan Ketabang, Surabaya, menyulap selokan jadi kolam ikan Nila merah dan Patin.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Warga RT 4 RW 7 Kelurahan Ketabang membudidayakan ikan nila merah dan patin di selokan dengan memanfaatkan air sumur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memelihara ikan tidak hanya bisa dilakukan di kolam atau aquarium. Selokan yang identik kotor dan bau, bisa menjadi media untuk melakukannya.

Seperti yang dilakukan warga RT 4 RW 7 Kelurahan Ketabang, Surabaya. Melihat sempitnya lahan, warga menyulap selokan jadi kolam ikan.

Kolam tersebut memiliki panjang sekitar delapan meter dan telah diisi ratusan ekor ikan nila merah dan patin. 

"Awalnya dulu beli 50 bibit ikan, tapi banyak yang mati karena masih ada sisa air selokannya. Kemudian beli lagi dan ternyata bertahan. Rata-rata ikannya berusia 3 bulan," terang Iwan Arfianto, warga RT 4 RW 7, Rabu (26/2/2020).

Bibit tersebut dibeli di pasar ikan daerah Wonokromo. Rencana berikutnya, warga ingin membelinya langsung dari pembudidaya ikan.

"Nanti juga ingin beli yang indukan supaya bisa bertelur. Tidak menutup kemungkinan juga akan ada perluasan kolam," ia memaparkan.

Awal mula dibuat, yakni pada 2019, warga mencoba ikan lele. Sayangnya, tidak berhasil. Ikan tersebut mati tak lama setelah dimasukkan ke dalam kolam.

"Nah, akhirnya mencoba ikan lain. Ternyata nila dan patin bisa bertahan hidup. Kedua ikan ini juga mudah sekali dirawat dan tidak mudah membuat kotor," ungka Iwan.

Ikan-ikan tersebut diberi makan dua kali sehari. Ditambah dengan membersihkannya jika terlihat kotor.

Membuat kolam ikan tersebut, ia mengatakan, terbilang mudah. Cukup dengan membendung selokan.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved