Breaking News:

Berita Trenggalek

Ada 26 Kasus Longsor dalam 2 Bulan Terakhir di Kabupaten Trenggalek

Rumah dan bangunan milik warga yang terimbas longsor berada di bagian atas atau bawah dekat longsoran.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Tanah longsor yang mengancam salah satu rumah di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebanyak 26 kasus tanah longsor terjadi di Kabupaten Trenggalek dalam dua bulan terakhir, atau selama awal musim penghujan.

Dari jumlah itu, sepuluh kejadian tergolong cukup parah.

Tolok ukurnya, tanah longsor mengenai atau mengancam bangunan rumah di dekatnya.

Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek Djoko Rusianto mengatakan, longsor paling sering terjadi pada Februari ini.

"Januari enam kejadian, sementara Februari ada dua puluh kejadian," kata Djoko, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu, sepuluh kejadian tanah longsor cukup parah itu tersebar di enam kecamatan.

Rinciannya, dua terjadi di Munjungan, dua di Dongko, dua di Watulomo, dua di Bendungan, dan masing-masing satu di Suruh dan Tugu.

Rumah dan bangunan milik warga yang terimbas longsor berada di bagian atas atau bawah dekat longsoran.

"Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun jiwa dalam semua kejadian tanah longsor," ucap Djoko.

Jika dibandingkan dalam rentang yang sama tahun sebelumnya, Joko menyebut, jumlah kejadian tanah longsor cenderung lebih menurun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved