Pilwali Surabaya 2020

Terancam Dilaporkan oleh M Sholeh, ini Tanggapan KPU Surabaya

KPU Surabaya tak mempermasalahkan rencana Bakal Calon Walikota Surabaya, M Sholeh yang akan melapor ke Bawaslu

Terancam Dilaporkan oleh M Sholeh, ini Tanggapan KPU Surabaya
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Jalur Perseorangan M Sholeh-Taufik Hidayat Serahkan Syarat Pencalonan ke KPU Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya tak mempermasalahkan rencana Bakal Calon Walikota Surabaya, M Sholeh yang akan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). KPU Surabaya menyebut hal itu merupakan hak bakal calon peserta pemilu.

"Kami hormati setiap langkah yang akan dilakukan calon peserta. Memang, mekanismenya ada," kata Komisioner KPU Surabaya, Kholid Asyadulloh kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Pihaknya menegaskan bahwa sebagai penyelenggara pilkada, KPU Surabaya telah menjalankan aturan dalam Peraturan KPU (PKPU). Yang mana, PKPU tersebut merupakan turunan dari UU.

Termasuk, soal penguggahan data dukungan ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Hal ini tertulis dalam PKPU nomor 18 tahun 2019.

"Turunan dari UU, salah satunya adalah PKPU. PKPU mengamanatkan kalau dukungan B1-KWK harus dimasukkan ke silon," kata Kholid menjelaskan.

Selain itu, KPU juga telah menyosialisasikan sejak jauh hari. Yakni, saat penyerahan username dan pasword akun silon pada Desember 2019 lalu.

Sehingga, peserta pemilu sebenarnya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan dukungan ini. Dengan waktu yang ada, calon seharusnya juga tak mempermasalahkan waktu percepatan penyerahan dukungan calon

Dari yang awalnya pertengahan Maret, dipercepat menjadi akhir Februari. "PKPU-nya kan bunyinya seperti itu. Jadi ada PKPU nomor 15 yang kemudian disempurnakan dengan terbitnya PKPU nomor 16," urainya.

"PKPU kan yang menerbitkan KPU RI bersama pemerintah dan legislatif. Kami yang di daerah kan hanya menjalankan PKPU," katanya.

Untuk diketahui, setiap bakal calon Walikota dari unsur perseorangan memang harus menyampaikan syarminduk dengan jumlah tertentu. Selain dalam bentuk berkas, para calon juga harus mengunggah ke aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved