Breaking News:

Berita Tuban

Ramai Kabar Penculikan Anak di Tuban, Kapolres: Kalau Ada yang Mencurigakan Lapor Polisi

Isu penculikan anak yang terus menyebar membuat masyarakat panik, kabar tersebut terus disebar melalui media sosial

SURYA.co.id/M Sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono. 

SURYA.co.id | TUBAN - Isu penculikan anak yang terus menyebar membuat masyarakat panik. Kabar tersebut terus disebar melalui media sosial hingga membuat orang cemas.

Bahkan, kerap terjadi salah tangkap orang yang diduga pelaku penculikan. Padahal orang yang diamankan mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan masyarakat jangan bertindak seenaknya sendiri jika memang dirasa ada orang yang mencurigakan.

Lebih baik laporkan ke polisi jika ada yang dicurigai sebagai penculik anak.

"Lapor polisi itu lebih baik," ujar Ruruh menanggapi isu penculikan anak, Selasa (25/2/2020).

Ia menjelaskan, semua pihak jangan sampai reaktif apabila baru mencurigai seseorang yang diduga sebagai penculik anak, apalagi sampai menghakimi.

Oleh karena itu, Ruruh meminta masyarakat pro aktif kepada polisi dengan melaporkan situasi terkini apabila ada orang yang mencurigakan.

"Saya minta masyarakat jangan reaktif, apalagi sampai melakukan kekerasan kepada orang yang tidak bersalah," pungkasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya dinas pendidikan Kabupaten Tuban juga mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap upaya penculikan anak, tertanggal 20 Februari 2020.

Surat yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan, Nur Khamid itu berisi lima poin.

Poin pertama, meningkatkan kewaspadaan adanya penculikan peserta didik, dengan memastikan yang mengantar maupun menjemput ke sekolah adalah pihak keluarga yang sudah dikenal sekolah. 

Kedua, apabila yang menjemput bukan keluarga atau tidak dikenal oleh pihak sekolah, maka peserta didik tetap di sekolah dan kepala sekolah akan menghubungi orang tua wali keluarga untuk segera menjemput. 

Ketiga, membatasi peserta didik keluar dari lingkungan area sekolah pada saat jam istirahat, termasuk untuk kepentingan membeli makanan atau jajan di luar sekolah.

Keempat, mengoptimalkan kantin sekolah dengan menyediakan makanan dan minuman bagi peserta didik yang sehat dan higienis. Di samping untuk kesehatan peserta didik, juga untuk menghindari adanya upaya penculikan dengan kedok penjual makanan dan jajanan. 

Keluarkan Surat Edaran Waspada Penculikan Anak, Diknas Tuban: Penjemput Siswa Harus Yang Dikenal

Kelima, kepada kordinator wilayah kecamatan bidang pendidikan untuk memberitahu kepada kepala PAUD, SD Negeri atau swasta di wilayahnya. 

"Ada lima poin yang kita tuangkan dalam surat edaran tersebut, agar ditindaklanjuti. Ini sebagai bentuk pencegahan, jangan sampai setelah kejadian kita baru geger," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved