Sosok

Farida Umami: Tak Berekspektasi Berlebihan

"Kadang pengharapan terlalu tinggi sama orang bisa menjadi belenggu. Berharap sama orang tapi dia nggak seusai ekspektasi bisa membuat mental down."

Farida Umami: Tak Berekspektasi Berlebihan
foto: dok pribadi
Farida Umami Ramadhansi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ekspektasi yang tak seusai kenyataan kadang membuat diri menjadi down.

Hal inilah yang dipahami oleh Farida Umami Ramadhansi, alumnus S1 Sosiologi Universitas Negeri Surabaya.

"Kadang pengharapan terlalu tinggi sama orang bisa menjadi belenggu. Berharap sama orang tapi dia nggak seusai ekspektasi bisa membuat mental down," ungkap sosok kelahiran Blitar, 14 Januari 1998 ini.

Oleh karena itu, ia menanamkan pada dirinya agar tidak berkekspektasi tinggi terhadap sesuatu atau seseorang.

"Yang bisa membahagiakan diri kita ya kita sendiri. Yang tahu diri kita seperti apa ya kita sendiri. Jadi nggak usah berharap kepada orang lain," katanya.

Tidak berekspektasi berlebihan, menurutnya, merupakan salah satu cara mencintai diri sendiri. Farida mengatakan, tidak semua orang datang ketika ia sedang membutuhkan.

"Tidak berkekspektasi berlebihan sama halnya dengan menghargai diri. Pengaharapan tinggi bisa menimbulkan kekecewaan, jadi sewajarnya saja. Yang penting, bahagiakan diri sendiri," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved