Berita Madiun

Pembunuh Tukang Parkir di Kota Madiun Divonis Hukuman Mati

Heri Cahyono (39), pelaku pembunuhan berencana terhadap tukang parkir divonis hukuman mati oleh hakim PN Kota Madiun, Senin (24/2/2020).

Pembunuh Tukang Parkir di Kota Madiun Divonis Hukuman Mati
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Terdakwa Heri Cahyono, mendengarkan hakim ketua membacakan putusan hukuman mati karena terbukti bersalah membunuh tukang parkir. 

SURYA.co.id|MADIUN - Heri Cahyono (39), pelaku pembunuhan berencana terhadap tukang parkir divonis hukuman mati oleh hakim PN Kota Madiun, Senin (24/2/2020).

Warga Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun itu dinyatakan  terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Heru Susilo, warga Jl Genen, Kelurahan Banjarejo, kecamatan Taman, kota Madiun, pada 1 September 2019 silam. 

Terdakwa membunuh korban dengan cara menusuk perut korban menggunakan pisau.

"Mengadili, satu menyatakan saudara Heri Cahyono alias gundul terbukti secara sah dan meyakinkan, melanggar tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama primer, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," kata Hakim Ketua di hadapan terdakwa, Senin (24/2/2020).

Dalam pembacaan putusan yang disaksikan Jaksa Penuntut Umum dan Kuasa Hukum terdakwa, Majelis Hakim memberi kesempatan upaya banding kepada Heru Cahyono alias Gundul hingga sepekan ke depan.

Sementara itu, selain memberikan putusan hukuman mati terhadap Heri Cahyono, hakim ketua juga menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap dua terdakwa lain dalam kasus yang sama.

Dua terdakwa yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara yakni Irwan Yudho Hartanto warga Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo, dan Hari Prasetyo warga Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dihadiri ratusan pesilat yang memakai atribut Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ratusan personil gabungan TNI dan Polisi juga melakukan penjagaan jalannya persidangan.

Kasubaghumas Polresta Madiun, AKP Sugeng, saat dikonfirmasi mengatakan, pengamanan tidak hanya dilakukan di gedung PN kota Madiun. Petugas gabungan juga melakukan penjagaan di gedung padepokan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

"Tim gabungan terdiri dari Polisi, Brimob dan TNI mencapai 393 personil. Dari Polres sebanyak 323 anggota, Brimob 50 anggota, Kodim 20 anggota untuk berjaga baik di gedung PN dan Padepokan PSHT," katanya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved