Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Libur Semester, Magang Saja di KBRI Kopenhagen

Menikmati libur semester di luar negeri menjadi impian. Akan tetapi, jika liburan itu sekaligus diisi dengan magang di luar negeri, itu brilian.

Tayang:
Editor: Endah Imawati
citizen reporter/Nabila Maraya Farenia
Beberapa mahasiswa dari Indonesia magang di KBRI Kopenhagen, Denmark. 

Cerdik mencari peluang, selama libur semester Nabila Maraya Farenia, mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) memilih magang di KBRI Kopenhagen, Denmark. Ia beruntung menjadi satu-satunya wakil Unair dalam program magang di KBRI Kopenhagen.

Program itu berlangsung pada 23 Desember 2019 hingga 9 Februari 2020 dan diikuti perwakilan kampus lain seperti UI dan UGM. Selama magang, dia mengaku dilibatkan dalam semua fungsi yang dijalankan oleh KBRI Kopenhagen dan dikenalkan ruang lingkup kerja perwakilan Indonesia di sana.

"Awalnya saya mendapat tawaran dan mencoba apply dan ternyata diterima. Kebetulan juga semester 5 saya mengambil SKS KKN. Jadi, akhirnya saya konversi magang itu ke KKN luar negeri," ujarnya Minggu (16/2/2020).

Selama di sana, Nabila terlibat dalam fungsi penerangan dan sosial budaya (pensosbud). Ia diminta untuk memantau berita-berita di Denmark. Selain itu, ia juga menghitung survei berkait dengan citra Indonesia di Denmark.

Dalam ranah politik, Nabila membantu membuat laporan mingguan untuk KBRI Kopenhagen. Di bidang ekonomi, ia membatu untuk research data terkait perdagangan dan investasi negara Lithuania, administrasi keuangan dan kerumahtanggan.

Dalam hal protokol dan konsuler, Nabila juga membantu untuk membuat visa WNA Denmark dan paspor untuk WNI yang tinggal di Denmark. Itu merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk Nabila. Bagaimana tidak, dia menjadi satu-satunya delegasi Unair dan membawa nama alamamater di negeri yang pernah dinobatkan sebagai negara terbahagia itu.

"Sebenarnya masih banyak lagi pengalaman yang saya peroleh di sana. Intinya, hampir setiap kegiatan yang ada di KBRI sudah saya lakukan. Saya juga sempat diajak ke acara resepsi diplomatik dan di sana saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan dubes maupun pejabat tinggi dari negara lain," ungkapnya.

Yang membuat Nabila senang, staf KBRI Kopenhagen selalu memberi nasihat dengan bijak. Mereka terbuka untuk diajak diskusi. Dia diajari untuk lebih mandiri dan dituntut mampu melakukan segala hal dengan baik.

Awalnya ia sempat berpikir, staf di KBRI bakal kaku dan formal, namun ternyata mereka menyambut baik kedatangan mahasiswa magang. Selain untuk keperluan akademis, magang juga diperlukan untuk menambah pengalaman kerja supaya nanti tidak shock dan sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

"Selagi masih ada kesempatan dan waktu, maka gunakan sebanyak-banyaknya dan sebaik- baiknya. Ketika sudah lulus belum tentu bisa mendapat pengalaman yang hanya bisa diperoleh saat menjadi mahasiswa. Selain itu, wajib hukumnya menambah relasi dan jaringan seluas-luasnya," pungkasnya.

Muhammad Wildan Suyuti
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga
Kontributor Unair News
danzains@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved