Pilkada Tuban 2020

KPU Sebut Pilkada Tuban 2020 Tanpa Diikuti Calon Independen, Ini Sebabnya

KPU Tuban memastikan pelaksanaan Pilkada Tuban 2020 tanpa diikuti peserta dari jalur independen atau calon perseorangan

KPU Sebut Pilkada Tuban 2020 Tanpa Diikuti Calon Independen, Ini Sebabnya
surya/m sudarsono
Kantor KPU Tuban 

SURYA.co.id | TUBAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban memastikan pelaksanaan Pilkada Tuban 2020 tanpa diikuti peserta dari jalur independen atau calon perseorangan. Hal itu dikarenakan hingga batas akhir penyerahan berkas dukungan Minggu (23/2/2020) pukul 24.00 WIB, tidak ada yang menyerahkan kelengkapan syarat dukungan.

Ketua KPU Tuban, Fathul Ikhsan, mengatakan sampai pada batas waktu terakhir penyerahan berkas dukungan tidak ada yang menyerahkan. Dengan demikian, itu artinya Pilkada Tuban tidak diikuti oleh peserta independen.

"Tidak ada cabup-cawabup independen yang ikut Pilkada Tuban," ujar Fathul kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Fathul menyatakan sebelumnya ada bakal calon bupati dan wakil bupati Tuban yang akan mendaftar lewat jalur independen.

Mereka telah datang ke kantor KPU di jalan Pramuka dengan diiringi pertunjukan reog Ponorogo dan musik Hadrah, pada Minggu sore (23/2/2020).

Pasangan non parpol itu adalah Wahid Nanang, sebagai bakal calon Bupati dan Akhmad Mudhkir Kamil sebagai bakal Calon Wakil Bupati.

Namun, pasangan tersebut tidak menyerahkan syarat dukungan lantaran menunggu malam hari.

"Tidak jadi diserahkan berkas syarat dukungan calon perseorangan, kita sudah nunggu juga," terang Ketua KPU Tuban.

Sekadar diketahui, syarat calon independen untuk bisa maju di Pilkada Tuban harus menyerahkan dukungan minimal 70.483 dukungan masyarakat dari jumlah total DPT Tuban mencapai 939.765 pemilih, yang tersebar lebih dari 10 Kecamatan dari jumlah total 20 Kecamatan.

Syaratnya dukungan masyarakat tersebut dibuktikan dengan foto kopi E-KTP dan bertanda tangan serta bermaterai.

Kemudian bakal calon perseorangan tersebut harus di-entry ke dalam template yang diunduh dari silon (sistem informasi) oleh operator bakal pasangan calon.

Daftar nama pendukung kemudian dimasukkan ke dalam silon oleh operator pasangan bakal calon, karena menjadi salah satu syarat yang wajib diserahkan pada saat penyerahan dokumen dukungan.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved