Pilkada Jember 2020

KPU Jember Tolak Pendaftaran Calon Perseorangan Djamas

Komisioner KPU menolak pendaftaran pasangan ini karena jumlah syarat minimal dukungan calon perseorangan kurang dari yang ditentukan

KPU Jember Tolak Pendaftaran Calon Perseorangan Djamas
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Awaludin Djamin, bakal calon bupati dari jalur perseorangan menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPU Jember M Syai'in, Minggu (23/2/2020) hampir tengah malam. Pendaftaran pasangan Djamin - Asiruddin akhirnya ditolak KPU karena tidak memenuhi syarat 

SURYA.co.id | JEMBER - KPU Jember menolak berkas pendaftaran bakal calon kepala daerah jalur perseorangan, Awaludin Djamin dan Asiruddin (Djamas).

Komisioner KPU menolak pendaftaran pasangan ini karena jumlah syarat minimal dukungan calon perseorangan kurang dari yang ditentukan atau tidak memenuhi syarat.

Pasangan ini hanya membawa 35.360 dukungan. Jumlah ini sangat jauh dari ketentuan syarat minimal dukungan jalur perseorangan di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember tahun 2020.

Berdasarkan penghitungan, KPU Jember telah menetapkan syarat minimal dukungan calon kepala daerah untuk jalur perseorangan adalah 121.127.

"Karenanya, kami tolak. Karena syarat dukungannya kurang dari jumlah syarat minimal dukungan. Bakal calon kepala daerah yang datang dan mau mendaftar tentu tidak kami tolak. Kedatangan Djamin kami terima. Dia mendaftar pukul 23.30 Wib, atau 30 menit sebelum pendaftaran jalur perseorangan ditutup," kata Komisioner KPU Jember Achmad Susanto kepada Surya, Senin (24/2/2020).

Pasangan Djamas tiba di Kantor KPU Jember sekitar pukul 23.15 Wib, Minggu (23/2/2020). Pukul 23.30 Wib, pasangan ini secara resmi menyerahkan berkas dan mendaftar ke KPU.

Komisioner KPU tentu menerimanya meskipun pasangan Djamas mendaftar 30 menit sebelum waktu perndaftaran berakhir pukul 24.00 Wib. Setelahnya, petugas KPU mencocokkan berkas dukungan dengan Sistem Informasi Pencalonan. Setelah diperiksa, dukungan Djamas hanya 35.360 buah.

Karena itulah, pihak KPU secara resmi juga menolak pendaftaran itu. Djamas meminta perpanjangan waktu pendaftran kepada KPU Jember, tetapi komisioner KPU juga menolaknya karena tidak ada peraturan dari KPU RI perihal perpanjangan waktu pendaftaran calon perseorangan itu.

Pendaftaran Djamas ke KPU Jember itu juga mendapatkan pengawasan dari pihak Bawaslu Jember.

Ketua Tim Sukses Djamas, Sigit Prawoso mengatakan, pihaknya mengalami kendala teknis saat memasukkan data pendukung ke Silon.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved