Kamis, 23 April 2026

Citizen Reporter

Hanya di Lembah Mbencirang Boleh Main Lumpur Sepuasnya

Sawah seluas 2,5 hektare di Kabupaten Mojokerto diubah menjadi lokasi wisata. Lembah Mbencirang namanya.

Editor: Endah Imawati
citizen reporter/Uzlifatul Rusydiana
Anak-anak puas bermain di lumpur Lembah Mbencirang, Kabupaten Mojokerto. 

Anda yang mengaku sebagai seorang traveler, lengkapi agenda dengan mengunjungi Lembah Mbencirang. Lokasi yang berada di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto itu merupakan salah satu tujuan desa wisata yang sudah ada sejak Agustus 2017.

Di bawah kepemimpinan Siandi, sawah seluas 2,5 hektare disulap menjadi desa wisata yang cukup menjanjikan. Siandi menjelaskan, wisata itu adalah aset desa karena dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMD).

“Pegawai, karyawan, dan petugas lain yang bekerja di sini 95 persen warga sekitar. Banyak juga dari mereka yang memanfaatkan area ini untuk berdagang,” terang Siandi, Kepala Desa Kebontunggul.

Warga SDN Magersari 2 Kota Mojokerto bertandang ke Lembah Mbencirang kali kedua, Minggu (9/2/2020). Jika kunjungan pertama dalam rangka outbound siswa kelas 4-6, kali ini dimanfaatkan untuk kegiatan pisah-sambut kepala sekolah dan serah terima pengurus komite baru.

Sebanyak 35 orang keluarga besar SDN Magersari 2 dari unsur kepala sekolah, guru, pengurus Forum Peduli Pendidikan (F2P), dan komite berangkat pukul 09.30. Dengan jarak 23 km dari Kota Mojokerto, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit ke lokasi tujuan saat kondisi lalu lintas lancar. Saat weekend tiba, bisa sampai satu jam lebih.

Harga tiket masuk tempat desa wisata itu sangat terjangkau. Hanya dengan merogoh Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa, pengunjung sudah puas dimanjakan berbagai fasilitas yang ada.

Eits... tetapi kalau mau mencoba wahana flying fox, ada tiket tambahan yang dijamin tidak mahal. Cukup Rp 15.000 untuk jarak pendek dan Rp 25.000 untuk jarak lebih panjang. Tiket untuk wahana water tubing Rp 20.000.

Mereka yang suka berswafoto, banyak spot foto instagramable disediakan. Gratis. Tinggal cekrik. Bukit dan pegunungan mengelilingi area wisata, ribuan tanaman yang tumbuh dengan suburnya, air sungai yang mengalir tenang, tentu menambah cantik hasil foto.

Fasilitas gratis lain yang disediakan adalah kolam renang. Wahana satu ini pasti menjadi pilihan wajib anak-anak. Belum lengkap jika belum nyebur kolam. Sepakat, kan. Apalagi airnya yang sejuk dan super bersih, tanpa mengandung kaporit karena mengalir langsung dari mata air pegunungan. Salah satu petugas mengatakan, kualitas air di Lembah Mbencirang jauh lebih bagus dari merek air mineral kenamaan.

Paket Sekolah
Sekolah yang memiliki program outting class, Lembah Mbencirang bisa menjadi salah satu alternatifnya. Selain outbond, bisa juga mengadakan latihan dasar kepemimpinan siswa. Tarif paket outbond siswa SD per siswa Rp100.000, sedangkan untuk siswa SMP dan SMA Rp 150.000. Biaya itu merupakan paket lengkap dan bebas menggunakan seluruh fasilitas yang ada plus biaya trainer outbond.

Begitu peserta outbond datang, trainer mengajak mereka senam bersama. Selanjutnya, peserta disuguhi aneka game seru untuk memperkuat kerja sama di antara anggota kelompok. Setelah puas bermain, satu per satu peserta diuji nyali dengan mencoba wahana flying fox dengan tujuan melatih keberanian dan mengatasi rasa takut.

Peserta juga belajar menanam sayur dan padi, serta menangkap ikan di kolam berlumpur. Water tubing dan renang menjadi agenda akhir setelah badan kotor akibat lumpur di kolam ikan.

Rangkaian kegiatan outbond itu bersifat fleksibel. Jika ada sekolah menginginkan agenda lain, tim outbond siap melayani. Seperti salah satu SMP di Kota Mojokerto, mengusulkan agar tim outbond menyisipkan praktik membuat kue dalam rangkaian kegiatan outbond. Satu lagi fasilitas terbaru, yaitu miniatur kakbah. Siswa bebas belajar manasik haji, tanpa dibatasi waktu.

“Pemandangan alam Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro yang indah, suasana sejuk menyegarkan, menjadikan kami betah berlama-lama untuk sekadar duduk santai menikmati indahnya karunia Tuhan di desa wisata ini,” tutur Eka Yuniawanti, salah seorang pengunjung.

Perawatan area wisata dan penambahan sejumlah fasilitas dan wahana tentu membuat destinasi wisata ini tak pernah sepi pengunjung. Malah, pihaknya sering menolak pengunjung, terutama saat liburan tiba.

“Pada hari biasa, pemasukan kami Rp 3-5 juta. Saat weekend sekitar Rp 10 juta. Sedangkaan waktu liburan bisa mencapai Rp 15-17 juta per hari,” pungkas Nurul, teknisi Lembah Mbencirang.

Uzlifatul Rusydiana
Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto
uzlifahirdana@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved