Kamis, 23 April 2026

Citizen Reporter

Cukup Lima Hari Belajar Tari Gandrung, Mahasiswa Thailand Percaya Diri

Mahasiswa Universitas Wlailak Thailand mengikuti program KKN di Banyuwangi. Mereka bangga bisa menari Gandrung.

Editor: Endah Imawati
citizen reporter/Annisa’ Fitria Zulaikha
Mahasiswa Universitas Walailak Thailand usai mengikuti KKN di Banyuwangi. 

Sepuluh mahasiswa Universitas Walailak Thailand baru saja selesai menjalankan program KKN di Osing, Desa Kemiren, Banyuwangi, Selasa (4/2/2020). Itu salah satu rangkaian dari program study aboard BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang dimulai sejak 6 Januari 2020 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka berbagi cerita tentang belajar tari Gandrung.

Program BIPA merupakan program yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UTM. Program study aboard merupakan progam BIPA yang bertujuan untuk mengenalkan beragam kebudayaan Indonesia. Setelah satu minggu belajar budaya di Madura pada Januari lalu, kali ini mahasiswa Thailand harus belajar budaya dan tradisi di Osing.

Selama berada di Banyuwangi, sepuluh mahasiswa Thailand tinggal bersama masyarakat dan didampingi dua volunteer dari mahasiswa UTM. Beragam kegiatan yang harus diikuti mahasiswa Thailand mulai dari belajar kesenian, belajar tradisi-tradisi masyarakat, serta ikut serta dalam kegiatan sehari-hari.

Mereka tinggal bersama orang tua asuh mereka. Masing-masing rumah warga ditempati dua mahasiswa Thailand. Mahasiswa Thailand diajari membuat kerupuk, membuat kopi jaran goyang, memetik belimbing wuluh dan mengolahnya menjadi makanan. Selain itu, mereka juga dikenalkan dan diajarkan kesenian yang ada di sana, seperti tari gandrung.

“Saya tinggal bersama Emak Isun. Perasaan saya di Banyuwangi bahagia sekali karena bertemu ibu yang sangat baik dan senang bertemu teman baru dan mengajari saya banyak kegiatan. Saya mendapat banyak pengalaman, seperti melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan seperti membuat kopi dan menari,” tutur Aseeyah, salah satu mahasiswa Walailak.

Program KKN berlangsung selama dua minggu. Setiap hari mereka melakukan kegiatan bersama dengan warga. Selain itu, mereka juga membantu mengajarkan bahasa Thailand pada masyarakat serta mengenalkan masakan khas Thailand sebagai bentuk pengabdian. Mereka mengajarkan bahasa Thailand di SD Negeri 1 Kemiren selama dua hari. Tentu saja mereka juga belajar bahasa Indonesia.

Kepala desa yang menutup program KKN menyampaikan rasa terima kasih terhadap seluruh mahasiswa Thailand yang sudah datang di desa mereka dan membantu mengajarkan bahasa Thailand. Penutupan diisi dengan penampilan tari Gandrung dari mahasiswa Thailand.

Mereka berlatih selama lima hari. Beberapa mahasiswa Thailand mengatakan, mereka tidak bisa menari dan itu adalah kali pertama bagi mereka. Dalam menari mereka harus luwes dan melenturkan badan sedemikian rupa. Itu yang dirasa sulit oleh mahasiswa Thailand, karena kebanyakan dari mereka masih kaku dalam menari.

“Saya sedih karena saya tidak suka menari. Saya pikir menari adalah hal yang sulit bagi saya, jadi saya tidak merasa percaya diri. Akan tetapi, saya tetap mau belajar supaya bisa tampil baik,” jelas Supanida.

Meskipun begitu, mereka tetap antusias dalam belajar segala ragam budaya di Indonesia. Tradisi dan kesenian Osing yang masih sangat kental layak untuk terus dilestarikan. Setelah dua minggu tinggal bersama warga di Kemiren, mahasiswa Thailand harus menyelesaikan program KKN mereka dan kembali ke kampus Universitas Negeri Surabaya untuk melanjutkan studi.

Acan Giff, salah satu dosen Universitas Walailak yang mendampingi mereka selama di Indonesia juga turut hadir dalam penutupan program KKN. Ia berterima kasih karena semua pihak memberikan yang terbaik sehingga mahasiswa Thailand memeroleh kesan yang sangat baik terhadap Indonesia, terutama dapat banyak belajar budaya di Madura dan Banyuwangi.

Annisa’ Fitria Zulaikha
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
annisafz87@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved