Sambang Kampung

Bahasa Madura Jadi Bahasa Percakapan Sehari-hari Warga Kampung Kapasan Simokerto Surabaya

Wilayah RW 9 Kelurahan Kapasan Kecamatan Simokerto Surabaya 75 persen warganya merupakan turunan Madura.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
KAMPUNG PADAT - Suasana Kampung Madura/Kampung Lampion di RT 01 RW 09 Kelurahan Kapasan yang padat penduduk yang bisa bergerak peduli terhadap lingkungan, Senin (24/2). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Wilayah RW 9 Kelurahan Kapasan Kecamatan Simokerto Surabaya 75 persen warganya merupakan turunan Madura.

Bahkan di RT 1 hanya ada empat KK yang merupakan etnis Tionghoa dan Jawa.

Edi Siswanto, Ketua RT 1 RW 9 mengungkapkan Karen banyaknya warga Madura, maka bahasa sehari-hari warga tak terelakkan memakai bahasa Madura.

"Saya sejak kecil di sini jadi sedikit banyak bisa bahasa Madura. Bisa sedikit tapi tidak lancar, "ungkap pria asli Jawa ini , Senin (24/2/2020).

Meskipun berbahasa Madura, dikatakan Edi warganya tetap saling toleransi.

Jika melihat orang memakai bahasa Jawa maka mereka akan menyesuaikan diri.

"Jadi tidak memaksakan semua harus berbahasa Madura. Apalagi tamu ke kampung kami cukup beragam. Tapi itu (bahasa Madura) jadi identitas kami juga, "jelasnya.

Sementara itu, terkait kebiasaan orang Madura yang terkesan kumuh juga berusaha diperbaiki.

Menurutnya dulu, kandang ayam dan barang-barang rumah tangga dulunya berserakan di gang kampung.

"Pelan-pelan diberikan pengertian dan warga mau membongkar dan menjadikan lahan kosong menjadi fasum untuk posyandu, " lanjutnya.

Selain itu, kebiasaan mengumpulkan barang bekas juga dialihkan untuk memilah sampah sehingga bisa dipakai untuk bank sampah. Sehingga warga punya uang kas untuk membangun kampung.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved