Breaking News:

Berita Trenggalek

Arumi Bachsin Puji Penanganan Stunting di Kabupaten Trenggalek yang Semakin Baik

Hasil evaluasi itu bakal dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan organisasi perangkat daerah terkait sebagai bahan masukan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini ketika berada di Trenggalek dalam memonitor dan mengevaluasi program penanganan stunting, Senin (24/2/2020). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin memuji penanganan stunting di Kabupaten Trenggalek yang semakin baik.

Itu ia ungkapkan dalam memonitor dan evalukasi masalah stunting, ibu hamil, dan bayi kurang gizi di Kabupaten Trenggalek, Senin (24/2/2020).

Trenggalek dipilih menjadi daerah monitor dan evaluasi mewakili wilayah Bakorwil Madiun.

"Memang dari tahun ke tahun ada perbaikan. Maka dari itu, hasil ini bisa jadi evaluasi karena pendekatan daerah berbeda-beda," kata Arumi.

Hasil evaluasi itu bakal dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan organisasi perangkat daerah terkait sebagai bahan masukan.

Stunting di tiap daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Antara lain, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang tak memadahi.

"Ada yang karena gizi kurang, tapi sanitasi baik, pola asuh juga baik. Tapi yang ada gizinya bagus, tapi sanitasi dan pola asuhnya kurang," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini menjelaskan, stunting di Kabupaten Trenggalek menurun drastis sejak 2018 hingga 2019.

"Ini terbukti pada 2019, Trenggalek Peringkat Kinerja Terbaik 1 Program Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi se-Jawa Timur," kata Novita.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved