Berita Pasuruan

Pemkab Pasuruan akan Perbanyak Desa Tanggap Bencana, Ini Tujuannya

Pemkab Pasuruan berencana akan terus berusaha untuk memperbanyak desa tangguh bencana

galih lintartika/surya
Jalur menuju wisata Gunung Bromo yang termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) via Tosari, Kabupaten Pasuruan akhirnya sudah bisa dilewati setelah tertutup materialan longsor. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan berencana akan terus berusaha untuk memperbanyak desa tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan. Upaya percepetan memperbanyak desa tangguh bencana ini dilakukan, untuk meningkatkan kemandirian dalam mengantisipasi ancaman bencana dan mengatasi bencana yang melanda.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati, mengungkapkan risiko bencana memang bisa terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Letak geografis yang sebagian berada pada dataran rendah dan daerah pegunungan, memiliki resiko bencana yang berbeda-beda.

Dikatakan dia, banjir di kawasan dataran rendah dekat perairan hingga tanah longsor yang berada di dataran tinggi sangat mungkin terjadi. Dampak bencana tersebut tidak hanya terjadi pada material. Tetapi juga bisa mengancam korban jiwa.

"Maka dari itu, kami menilai diperlukan kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri dalam menghadapi resiko terjadinya bencana sebelum adanya bantuan datang," urai dia.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan dan ancaman bencana.

Dibutuhkan pula peran dari masyarakat sehingga dampak kerusakan dan ancaman korban jiwa dari bencana itu bisa diminimalisir.

"Di sinilah perlunya desa tangguh bencana. Sehingga, dampak dari bencana itu bisa diminimalisir," imbuhnya.

Menurut dia, tujuan memperbanyak desa-desa tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan ini agar, masyarakat benar-benar sigap ketika ada bencana yang melanda.

Saat ini, kata dia, ada delapan desa tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan.

Desa tangguh bencana itu tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Tambakan, Kecamatan Bangil, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji dan sejumlah desa lainnya.

Tahun ini, pihaknya mengancang-ancang ada setidaknya tiga desa tangguh bencana baru.

"Selain di Kecamatan Winongan, ada di Kraton dan Rejoso yang kami proyeksikan bisa terbentuk desa tangguh bencana lainnya," pungkasnya

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved